PROYEKSI.ID, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menilai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) memiliki visi yang baik untuk memotret kemampuan peserta didik secara nasional.
Menurutnya, melalui pelaksanaan TKA pemerintah dapat melihat kondisi riil kemampuan siswa di berbagai daerah sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan.
“Alhamdulillah kita melihat dari dekat tentang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kemarin berlangsung. Secara menyeluruh kita mendapatkan gambaran betapa TKA itu visi ke depan memang cukup bagus,” kata Juliyatmono saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Provinsi Lampung, Kamis (16/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, hasil pelaksanaan TKA menunjukkan potret kemampuan siswa yang beragam. Namun, persentase peserta yang lolos sesuai target dinilai masih relatif kecil sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah.
“Ternyata potretnya beragam dan nyaris persentasenya masih kecil yang lolos sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu harus ada kebijakan khusus ke depan,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Juliyatmono menegaskan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah pembenahan sistem penjaminan mutu pendidikan, terutama peningkatan kualitas dan profesionalisme guru melalui pelatihan berkelanjutan.
“Mulai dari pembenahan penjaminan mutu bagaimana guru-guru ini berkualitas, profesional, dan harus terus di-upgrade,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai siswa juga perlu dibiasakan menghadapi model soal yang sesuai dengan standar TKA agar lebih siap mengikuti asesmen tersebut.
“Bagaimana membiasakan agar murid-murid kita itu terbiasa dengan soal-soal yang telah kemarin disampaikan,” katanya.
Komisi X DPR RI, lanjut Juliyatmono, akan membahas hasil temuan di lapangan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna merumuskan langkah strategis peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Pada saatnya nanti kita bisa diskusikan dengan Kementerian Pendidikan langkah-langkah yang harus dimulai dari sekarang untuk ke depan setiap tahun,” pungkasnya. (***)










