PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan 15.000 tenaga kerja muda dikirim ke Jerman setiap tahun. Syarat utamanya cuma satu: lulus pelatihan bahasa Jerman.
Target ambisius itu diungkap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia menerima audiensi Sieger Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Sakai Sambayan, Rabu 29/7/2026.
Dalam pertemuan itu hadir 20 peserta penerima beasiswa pelatihan bahasa Jerman.
Tak Mau Andalkan SDA Lagi
Gubernur Mirza bilang, pembangunan Lampung tak bisa cuma bertumpu pada kekayaan alam.
“Rumus peradaban itu simpel. Perbaiki SDM-nya dulu. Punya tambang, punya laut, tapi SDM lemah ya tetap miskin,” tegasnya.
Data BPS Lampung Februari 2025 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka TPT di Lampung masih 4,17%. Artinya ada ratusan ribu pencari kerja baru tiap tahun yang harus diserap.
Sementara investasi di dalam daerah terbatas.
Fokus Kirim Perawat dan Teknisi
Karena itu, Pemprov meluncurkan program Migran Vokasi. Beda dengan dulu, kali ini fokusnya ke tenaga kerja formal.
“Kita stop kirim ke sektor informal. Sekarang target kita perawat, caregiver, teknisi. Itu skilled labor,” ujar Mirza.
Kendala terbesar masuk Jerman ada di bahasa dan mental. Untuk itu Pemprov menggandeng Sieger Lingua dan Santri Entrepreneur.
Sieger Lingua saat ini sudah menjalankan beasiswa. Isinya pelatihan bahasa Jerman level B1, asrama gratis, plus pembekalan karakter dan wirausaha.
“Kami mohon dukungan Pak Gubernur tambah pengajar. Biar kuotanya bisa naik,” kata Pimpinan Sieger Lingua, Mofaje S. Caropeboka.
Permintaan itu langsung disanggupi. Mirza siap memfasilitasi sarana pelatihan. Ia juga akan dorong kampus dan akademi keperawatan di Lampung agar mahasiswa tingkat akhir ikut kursus paralel.
Harapannya jelas. Para pekerja migran ini pulang bukan dengan tangan kosong. Tapi bawa ilmu, modal usaha, dan pengalaman untuk bangun Lampung. (*/Hend)











