PROYEKSI.ID, LAMPUNG — 13 orang perenang menaklukkan ombak dan hujan demi mencapai Pantai Kyoto.
Rute sepanjang 2,3 kilometer dari Pantai Mutun ditempuh komunitas Perenang Antar Pulau, Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 06.00 WIB.
Di antara 13 perenang itu, hanya 1 perempuan. Ombak bergelombang dan rintik hujan tidak menyurutkan semangat.
Kekompakan Kunci Selamat
Koordinator Perenang Antar Pulau, Napoli, memimpin perjalanan.
“Kekompakan kami berenang menjadi penguat untuk mencapai tujuan dari mulai Pantai Mutun menuju Pantai Kyoto,” ujarnya sebelum mencebur.
Setiap kayuhan lengan harus mengikuti ritme gelombang. Jarak antar anggota dijaga agar tidak ada yang tertinggal.
Butuh 1 jam berjuang melawan arus. Lelah terbayar saat garis pantai pasir putih Pantai Kyoto terlihat.
Surga Bawah Laut Teluk Lampung
Pantai Kyoto menyuguhkan pemandangan bawah laut yang masih terjaga.
Terumbu karang sehat, ikan warna-warni, hingga seekor penyu berenang anggun terlihat jelas di air jernih. Kepiting juga tampak di sela batu karang.
Momen magis terjadi saat perenang menebar remah roti. Ratusan ikan kecil langsung berkerumun di depan mata.
Bagi komunitas ini, renang laut bukan sekadar olahraga. Ini bentuk cara mengagumi alam dan membuktikan keindahan Teluk Lampung layak diperjuangkan. (Ks)

![Anggota komunitas Perenang Antar Pulau berfoto di tengah laut Teluk Lampung, Sabtu (1/8/2026). Mereka menempuh jarak 2,3 km dari Pantai Mutun ke Pantai Kyoto, Pesawaran, di tengah rintik hujan dan ombak. [PROYEKSIID]](https://proyeksi.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-01-at-19.22.32-1200x675.jpeg)









