PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — Jalan protokol Kota Bandar Lampung gelap gulita. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) banyak yang padam.
Kondisi ini disorot Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung. Selain merusak wajah kota, minimnya penerangan dinilai rawan picu kecelakaan dan aksi kriminal.
“Keluhan masyarakat banyak masuk ke kami. Jalan protokol gelap, ini berbahaya,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: DPRD Bandar Lampung Kebut Bereskan Temuan BPK, Eh Wartawan Malah Dilarang Meliput ?
Masalah makin rumit setelah kewenangan PJU dialihkan dari Dinas PU ke Dinas Perhubungan. Sejak pengalihan itu, kata Agus, bidang yang menangani PJU di Dishub belum sekalipun hadir di rapat dengar pendapat bersama Komisi III.
“Kami belum bisa evaluasi maksimal. Karena yang ngurus PJU belum pernah hadir hearing sejak kewenangannya pindah ke Dishub,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya menyebut pencurian kabel sebagai penyebab PJU padam di jalur protokol. Tapi Agus menolak alasan itu dijadikan pembenaran terus-menerus.
“Dulu memang ada kerugian karena pencurian kabel. Tapi harus ada upaya optimalisasi juga. Jangan cuma dijadikan alasan,” tegasnya.
Komisi III mendesak Dishub segera tancap gas perbaiki PJU yang mati. Jika tidak ada perubahan, DPRD akan panggil Dishub lewat hearing dalam waktu dekat.
Bahkan saat evaluasi APBD 2026 Juli-Agustus nanti, Komisi III siap minta klarifikasi.
Baca juga: Dikawal Kejati! Eva Dwiana Cicipi Langsung Menu MBG di Sekolah Bandar Lampu
DPRD Mau Bedah Anggaran PJU
Selain kinerja, Komisi III juga akan mengulik anggaran pengelolaan PJU.
“Nanti kita minta keterangan realisasi anggarannya. Sejauh mana penggunaannya setelah pindah ke Dishub,” kata Agus.
Hearing dengan Dishub ditarget paling lambat bulan depan.
Agus juga menyorot kasus pencurian kabel yang berulang tiap tahun. Ia menilai perlu ada langkah pencegahan serius.
“Kita tidak mungkin jaga kabel 24 jam. Perlu kerja sama Satpol PP dan kepolisian untuk meminimalkan,” jelasnya.
Ke depan, evaluasi Komisi III akan fokus ke 2 hal: penggunaan anggaran dan kinerja pengelolaan PJU. Termasuk strategi antisipasi pencurian kabel agar tidak terulang. (*/Red)











