PROYEKSI.ID, LAMPUNG – Nama Marindo Kurniawan masuk radar nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung itu menjalani visitasi Tim Penilai ASKOMPSI, Selasa (21/7/2026), di Kantor Gubernur Lampung. Ini tahapan akhir penentuan pemenang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award – ADLGA 2026.
Dari puluhan provinsi di Indonesia, hanya 5 yang lolos jadi nominator nasional. Lampung salah satunya.
Diuji Soal Data, Bukan Jumlah Aplikasi
Tim penilai yang datang ada 2 orang: Dr. (C) Andi Yuniantoro dan Dr. Ir. Nana Storada. Fokus mereka bukan berapa banyak aplikasi yang dibuat Pemprov.
“Yang kami nilai adalah bagaimana seorang pemimpin berpikir secara digital, memastikan data akurat, kemudian mengambil keputusan berbasis data. Itulah esensi digital leadership,” kata Andi.
Dalam sesi wawancara, Marindo langsung mempraktikkan. Ia membuka dashboard super aplikasi `Lampung-In` di hadapan tim penilai. Isinya mulai dari pengaduan masyarakat, harga pangan, inflasi, sampai layanan ASN.
“Ekonomi itu tentang data dan rasa. Lampung-In menghadirkan data dan rasa,” ujar Marindo.
Kalimat itu yang jadi sorotan tim penilai. Karena menurut mereka, jarang ada Sekda yang pakai data real time untuk ambil kebijakan lintas sektor.
Lampung-In Jadi Senjata Utama
Marindo memaparkan `Lampung-In` bukan sekadar aplikasi. Ini ekosistem yang menyatukan layanan Pemprov, kabupaten/kota, sampai desa.
Warga bisa lapor, cek harga, sampai urus layanan publik dalam 1 genggaman.
Selain itu Pemprov juga sudah jalan dengan SRIKANDI untuk naskah dinas, integrasi keuangan, digitalisasi kesehatan, kepegawaian, sampai gaji ASN langsung cair ke rekening.
“Yang kami bangun bukan sekadar aplikasi, tetapi ekosistem digital. Masyarakat tidak lagi melihat pelayanan berdasarkan OPD, tapi melihat Pemprov Lampung sebagai satu kesatuan,” tegasnya.
“Hanya Lampung Yang Jawab Begini”
Yang bikin tim penilai tercengang: jawaban para Kepala OPD saat ditanya soal digitalisasi.
“Kami tanya digital ke semua OPD. OPD lain biasanya nunjuk Dinas Kominfo. Hanya Lampung yang jawab: digitalisasi itu di semua OPD,” ungkap Andi.
Bagi Andi, ini bukti Marindo berhasil menanamkan budaya digital, bukan cuma jargon.
Kepala Diskominfotik Lampung Ganjar Jationo menyebut, lolos 5 besar ini hasil dari self assessment nasional. Visitasi ini untuk verifikasi langsung di lapangan.
Tahap selanjutnya, 5 nominator akan presentasi di hadapan Kemendagri untuk penentuan pemenang nasional ADLGA 2026.
Jika menang, ini jadi pengakuan pertama bagi Lampung soal kepemimpinan digital di level nasional. (Red)











