Gubernur Mirza: Sekolah Rakyat Bukti Pendidikan Bisa Putus Rantai Kemiskinan di Lampung

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:23

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan salah satu siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung saat Open House Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi, Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat (31/7/2026). foto: istimewa

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan salah satu siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung saat Open House Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi, Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat (31/7/2026). foto: istimewa

PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung, Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Gubernur, melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Mereka juga dipersiapkan menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tampilkan Kemampuan Multibahasa dan Budaya

Open House menampilkan berbagai kemampuan siswa binaan selama satu tahun terakhir.

Para siswa tampil percaya diri menjadi pembawa acara dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Jepang. Ada juga pidato dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Arab.

Penampilan lain yakni keterampilan PBB oleh Paskibraka, serta Tari Sigeh Pengunten sebagai bentuk pelestarian budaya Lampung.

Dari 71 Siswa Kini Jadi 401 Siswa

Dalam kesempatan itu, Gubernur menjelaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi menghadirkan jenjang lengkap mulai SD, SMP hingga SMA. Program ini merupakan inisiatif Presiden RI untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang sempat putus sekolah.

“Tahun lalu kami menerima 71 siswa pertama yang benar-benar membutuhkan pendidikan. Ada yang putus sekolah, ada yang harus bekerja membantu orang tua, bahkan ada yang sudah kehilangan harapan,” kata Gubernur.

“Hari ini, hanya dalam waktu satu tahun, mereka mampu berbicara dalam bahasa Inggris, Jepang, bahkan Arab. Inilah bukti bahwa pendidikan berkualitas mampu mengubah kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga :  Telan Anggaran Rp14,67 M, Gubernur Mirza Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung, Asis Prasetyo menyebut jumlah peserta didik kini berkembang menjadi 401 siswa. Rinciannya 60 siswa SD, 150 siswa SMP, 120 siswa SMA, ditambah 71 siswa angkatan pertama.

Fasilitas Lengkap dan Aturan Tegas

Asis menjelaskan Sekolah Rakyat mengusung trilogi pendidikan: Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang Belum Terjangkau, dan Memungkinkan yang Tidak Mungkin.

Seluruh siswa mendapat fasilitas asrama, seragam, perlengkapan belajar, pembelajaran digital, makan 3 kali sehari, dan snack 2 kali sehari.

Baca Juga :  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Ia juga menegaskan sekolah menerapkan aturan tegas terhadap perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, intoleransi, dan radikalisme. Pelanggaran tidak akan ditoleransi.

Harapan Baru Siswa

Gubernur berdialog langsung dengan siswa. Salah satunya Muhammad Ridwan Pratama, siswa kelas IX asal Sukaraja yang sebelumnya anak buruh bengkel. Ridwan kini berprestasi di karate dan bercita-cita jadi chef.

Ada juga Dewi Bunga Lestari, calon siswi asal Pringsewu yang sempat berhenti sekolah 2 tahun karena biaya. Kini ia bercita-cita jadi anggota Polri dan kuliah di Turki lewat beasiswa.

“Harapan-harapan yang sempat terputus kini tersambung kembali melalui Sekolah Rakyat. Inilah tujuan besar program ini,” kata Gubernur.

Acara ditutup dengan penyematan atribut secara simbolis kepada calon siswa sebagai tanda dimulainya MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.

Gubernur juga berpesan agar nilai Piil Pesenggiri: Nemui Nyimah, Sakai Sambayan, dan Nengah Nyappur ditanamkan agar siswa unggul akademik sekaligus berkarakter. (Red)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khidmat! Sekda Lampung Marindo Kurniawan Ikuti Apel Renungan Suci di TMP Tanjung Karang
Lampung Tuan Rumah Rakernas APTISI 2026, 3 Hari Bahas Transformasi PTS Nasional
Jihan Nurlela Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026: Yang Kalian Jaga Adalah Kehormatan Bangsa
Casing Baru Jeroan Lama! Taufan Zakaria Resmi Nahkodai Kejati Lampung, Langsung Tancap Gas
Eka Afriana: Pramuka Harus Lahirkan Generasi Tangguh Sambut Indonesia Emas 2045`
Resmi! Unila Buka Pendaftaran Calon Rektor 2027-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya`
Kurikulum Baru Darmajaya: Mahasiswa Sistem Komputer Langsung Bikin Prototipe IoT
Cegah Kepunahan,  Balai Bahasa Lampung Gas Revitalisasi Bahasa Lampung di Sekolah

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:24

Khidmat! Sekda Lampung Marindo Kurniawan Ikuti Apel Renungan Suci di TMP Tanjung Karang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23

Jihan Nurlela Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026: Yang Kalian Jaga Adalah Kehormatan Bangsa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16

Casing Baru Jeroan Lama! Taufan Zakaria Resmi Nahkodai Kejati Lampung, Langsung Tancap Gas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:50

Eka Afriana: Pramuka Harus Lahirkan Generasi Tangguh Sambut Indonesia Emas 2045`

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:00

Resmi! Unila Buka Pendaftaran Calon Rektor 2027-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya`

Berita Terbaru