PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG – Pernah bertanya, Belajar mata kuliah ini untuk apa?
Pertanyaan itu kini dijawab Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) IIB Darmajaya melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kurikulum baru ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya tahu apa yang dipelajari, tetapi juga memahami tujuan, kompetensi yang dibangun, dan kemampuan yang harus dimiliki saat lulus.
Arah Belajar Lebih Jelas, Kompetensi Tetap Tinggi
Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengatakan pendekatan OBE membuat arah pembelajaran lebih mudah dipahami.
“Yang kami sederhanakan bukan tingkat kompetensinya, tetapi cara mahasiswa memahami arah belajarnya. Mahasiswa perlu mengetahui apa yang dipelajari, kemampuan apa yang harus dikuasai, dan bagaimana semuanya mengarah pada kompetensi sebagai lulusan Sistem Komputer,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Melalui OBE, mata kuliah tidak lagi berdiri sendiri. Setiap mata kuliah dikaitkan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).
“Mahasiswa jadi bisa melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kompetensi yang ingin dicapai. Mereka memahami bagaimana setiap mata kuliah, CPMK, dan CPL saling terhubung hingga membentuk kompetensi lulusan Sistem Komputer,” kata Dodi.
Dari Pemrograman Dasar Hingga IoT dan Sistem Cerdas
Keterhubungan kompetensi itu dimulai dari mata kuliah dasar seperti pemrograman, rangkaian listrik, dan sistem digital.
Berlanjut ke materi kompleks seperti mikroprosesor, jaringan komputer, embedded system, sensor, IoT, sistem kendali, hingga sistem cerdas.
Dalam pembelajaran IoT, mahasiswa tidak hanya mengenal konsep. Mereka langsung praktik menghubungkan sensor dan aktuator, mengelola komunikasi data, mengintegrasikan perangkat ke platform IoT, hingga membuat sistem untuk menyelesaikan masalah.
Belajar Lewat Proyek dan Studi Kasus
Pembelajaran diperkuat dengan Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL).
Mahasiswa didorong menghasilkan prototipe, sistem monitoring, perangkat berbasis sensor, sistem kendali, aplikasi IoT, dan sistem cerdas.
“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah teknologi bekerja, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah,” jelas Dodi.
Penilaian pun tidak hanya ujian tertulis. Mahasiswa juga dinilai dari praktikum, tugas, studi kasus, proyek, presentasi, hingga portofolio sesuai karakteristik mata kuliah.
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja
Bagi mahasiswa, pola ini membuat perjalanan belajar dari semester awal hingga akhir lebih terarah. Kompetensi dasar jadi fondasi untuk teknologi kompleks, proyek, kerja praktik, penelitian, hingga skripsi.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, kurikulum ini memberi gambaran jelas kompetensi yang akan dibangun. Khususnya di bidang IoT, perangkat cerdas, embedded system, jaringan, otomasi, dan teknologi digital.
“Kami ingin mahasiswa sejak semester awal mengetahui perjalanan kompetensinya. Ketika arah belajarnya dipahami, mereka akan sadar bahwa setiap tugas, praktikum, proyek maupun ujian punya kontribusi terhadap kemampuan saat lulus,” tutur Dodi.
Melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis OBE, Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya berupaya menjadikan pembelajaran lebih terarah, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. (Hend)











