PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah menyoroti kasus bullying SMPN 44. Ia tekankan peran keluarga penting cegah perundungan. Pernyataan itu muncul setelah insiden siswa kelas 7 ditusuk usai ujian viral di media sosial.
Insiden penusukan itu terjadi di SMPN 44 Bandar Lampung. Korban merupakan siswa kelas 7. Kejadian berlangsung usai ujian sekolah. Kondisi korban sempat kritis dan dapat perawatan intensif. Baca kronologi lengkapnya di artikel: Siswa Kelas 7 SMPN 44 Ditusuk Usai Ujian (https://proyeksi.id/siswa-kelas-7-smpn-44-ditusuk-usai-ujian/)
Asroni menyampaikan pernyataan Rabu (3/6/2026). Ia prihatin atas maraknya kekerasan antar pelajar. Menurutnya, komunikasi intens jadi kunci utama. Komunikasi itu bangun karakter anak. Komunikasi itu juga deteksi persoalan sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang tua harus luangkan waktu untuk anak. Mereka wajib memahami kondisi anak. Keluarga perlu tahu pergaulan anak. Orang tua juga harus dengar persoalan anak,” ujar Asroni Paslah.
Teknologi Tingkatkan Risiko Bullying
Politisi Partai Gerindra itu nilai teknologi bikin anak rentan. Anak gampang terpapar pengaruh negatif. Pengaruh itu datang dari media sosial. Kasus bullying SMPN 44 berawal dari komunikasi kurang. Akibatnya, masalah anak luput dari perhatian.
Disdikbud Kota Bandar Lampung juga langsung menurunkan Tim saat mendapat laporan kejadian tsb, Baca juga: Disdikbud Dampingi Korban SMPN 44 (https://proyeksi.id/disdikbud-dampingi-korban-smpn-44/)
Sekolah Wajib Ciptakan Lingkungan Aman
Selain keluarga, Asroni soroti peran sekolah. Sekolah wajib ciptakan lingkungan aman bagi siswa. Sekolah juga harus nyaman untuk belajar. Guru punya peran penting di sini.
“Guru harus ciptakan suasana belajar kondusif. Mereka wajib jaga sekolah bebas kekerasan. Sekolah harus jadi tempat aman untuk anak,” kata Asroni.
Asroni tegas soal dampak bullying yang dapat merusak psikologis anak, Bullying juga turunkan prestasi belajar. Bahkan bullying bisa hancurkan masa depan anak.
“Perundungan tinggalkan trauma panjang. Semua pihak harus cegah. Orang tua punya tanggung jawab. Sekolah punya tanggung jawab. Pemerintah dan lingkungan juga wajib peduli,” tegas Asroni.
DPRD Dukung Pembinaan Edukatif
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung dukung pembinaan siswa pelaku. Pembinaan itu untuk siswa pelaku perundungan di SMPN 44. Asroni nilai pendekatan edukatif lebih efektif. Pendekatan itu lebih baik daripada hukuman semata.
Ia berharap kasus bullying SMPN 44 jadi pelajaran. Semua pihak harus peduli perlindungan anak.
“Rumah jadi tempat komunikasi baik. Sekolah jadi pengawasan maksimal. Lingkungan sekitar berikan kepedulian. Tiga hal ini ciptakan generasi berkualitas,” pungkas Asroni. (Red)










