PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Harapan menemukan Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19) akhirnya pupus.
Setelah 7 hari disisir, Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban yang terjatuh dari KMP Batumandi di perairan Pulau Panjurit, Lampung Selatan, Rabu (15/7) sore.
Keputusan berat itu diambil setelah penyisiran terakhir menggunakan RIB 02 di sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi nihil hasil. Padahal area itu sudah dikunci lewat analisis SAR Map Prediction.
“Evaluasi sudah. Keluarga juga sudah sepakat. Dengan berat hati operasi kami tutup dan korban dinyatakan hilang,” kata Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara.
Zora diketahui merupakan warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia dilaporkan jatuh ke laut beberapa hari lalu saat KMP Batumandi melintas di Selat Sunda.
Selama sepekan, tim gabungan dari Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Lamsel, TNI AL Kalianda, hingga ASDP Bakauheni bahu membahu. Tantangannya bukan main. Arus bawah laut deras dan sinyal yang sering putus bikin pencarian makin sulit.
Paman korban, Saladin, ikut hadir dalam rapat penutupan operasi. Dengan mata sembab ia menerima keputusan tersebut.
Basarnas menegaskan pintu pencarian belum tertutup rapat. Jika suatu saat ada laporan dari nelayan, operasi bisa dibuka lagi.
“Kami imbau nelayan di sekitar Pulau Sebuku dan Sebesi. Kalau ada yang mencurigakan, langsung lapor ke 115 atau 0812 8004 8006,” imbau Rezie.
Dengan ini, seluruh personel SAR dikembalikan ke kesatuannya. Laut Selat Sunda kembali tenang. Tapi duka keluarga Zora di Tasikmalaya mungkin baru dimulai. (Red)











