Kerja Sama Lampung-Shandong: Satelit Hiperspektral Lampung-1 Resmi Mengorbit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:06

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HAIYANG, CHINA – Detik-detik peluncuran roket Smart Dragon-3 yang membawa Satelit Hiperspektral Lampung-1 di perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Rabu (5/8/2026). Satelit ini akan digunakan untuk mendukung sektor pertanian, lingkungan, dan data pembangunan di Lampung. (FOTO: DOK. PEMPROV LAMPUNG)

HAIYANG, CHINA – Detik-detik peluncuran roket Smart Dragon-3 yang membawa Satelit Hiperspektral Lampung-1 di perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Rabu (5/8/2026). Satelit ini akan digunakan untuk mendukung sektor pertanian, lingkungan, dan data pembangunan di Lampung. (FOTO: DOK. PEMPROV LAMPUNG)

PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Provinsi Lampung resmi memasuki babak baru pembangunan berbasis data. Satelit hiperspektral pertama milik Lampung, Lampung-1 berbasis kecerdasan artifisial (AI), berhasil diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, Rabu (5/8/2026).

Peluncuran dilakukan menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir langsung menyaksikan bersama delegasi Pemprov Lampung, Pemprov Shandong, STAR.VISION Aerospace, dan mitra internasional.

“Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Yang kami saksikan hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah satelit, tetapi dimulainya babak baru kerja sama internasional yang akan membantu Lampung memanfaatkan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” kata Mirza.

Hasil Kerja Sama Sister Province Lampung-Shandong

Peluncuran Lampung-1 merupakan tindak lanjut konkret kerja sama sister province antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong yang dimulai sejak 2025.

Cakupannya luas, mulai dari pertanian modern, teknologi, investasi, perdagangan, infrastruktur, hingga pengembangan SDM.

“Yang kami bangun bukan sekadar akses terhadap data satelit. Ini adalah kerja sama jangka panjang untuk membangun kompetensi, mengembangkan aplikasi, dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih presisi,” ujar Mirza.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Groundbreaking Jalan Brabasan–Wiralaga, Konektivitas Lampung–Sumsel Diperkuat

Data Diolah Bersama BRIN, Pertanian Jadi Prioritas

Di Indonesia, data dari Lampung-1 akan diolah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Prosesnya meliputi kalibrasi, validasi, analisis, hingga diterjemahkan menjadi informasi untuk perencanaan dan kebijakan Pemprov.

Baca Juga: 5 Agustus 2026! STAR.VISION Luncurkan Satelit Kembar OSE, Lampung-1 Hasil Kerja Sama Pemprov dan BRIN Ikut Terbang

Sektor pertanian menjadi prioritas awal pemanfaatan. Satelit ini akan digunakan untuk pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, deteksi dini gangguan, hingga perkiraan potensi produksi. Salah satu komoditas yang masuk eksplorasi awal adalah singkong.

Selain pertanian, data juga akan dipakai untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir, mitigasi banjir dan kekeringan, serta perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Teknologi ini membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tegas Mirza.

Transfer Pengetahuan untuk Talenta Indonesia

Baca Juga :  SEKBER Soroti Kejanggalan 28 SPPG MBG Disuspend & 54 Dapur Bodong di Bandarlampung

Kerja sama ini juga menyasar penguatan SDM. Sejumlah pelajar Indonesia, personel BRIN, Telkom, dan ASN Pemprov Lampung mendapat kesempatan belajar di STAR.VISION. Beberapa engineer asal Indonesia, termasuk lulusan ITB, juga terlibat dalam pengembangan teknologi satelit.

“Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya,” kata Mirza.

Tidak Gunakan APBD

Pemprov Lampung menegaskan pembangunan dan peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan APBD. Kepemilikan dan pengoperasian teknis berada di bawah STAR.VISION Aerospace. Pemprov berperan sebagai mitra pemanfaatan data untuk pembangunan daerah.

“Harapan kami sederhana: teknologi ini benar-benar menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan menjadi contoh bahwa kerja sama internasional dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tutup Mirza. ( Kmf/Red)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khidmat! Sekda Lampung Marindo Kurniawan Ikuti Apel Renungan Suci di TMP Tanjung Karang
Jihan Nurlela Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026: Yang Kalian Jaga Adalah Kehormatan Bangsa
Casing Baru Jeroan Lama! Taufan Zakaria Resmi Nahkodai Kejati Lampung, Langsung Tancap Gas
Gubernur Mirza: Sekolah Rakyat Bukti Pendidikan Bisa Putus Rantai Kemiskinan di Lampung
Gubernur Mirza Target 15.000 Anak Lampung Kerja ke Jerman Tiap Tahun, Kursus Bahasa Gratis
31 Pasangan Nikah Massal “Begawi Cinta Lampung”, Gubernur Mirza: Kunci Bahagia Bukan Harta
Masuk 5 Besar Nasional, Sekda Lampung Marindo Kurniawan Diuji Tim Penilai ADLGA 2026
Batik Keris “Ngantor” di Lampung! Wastra Siger & Kopi Lampung Bakal Nampang di 120 Gerai Nasional

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:24

Khidmat! Sekda Lampung Marindo Kurniawan Ikuti Apel Renungan Suci di TMP Tanjung Karang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23

Jihan Nurlela Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026: Yang Kalian Jaga Adalah Kehormatan Bangsa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16

Casing Baru Jeroan Lama! Taufan Zakaria Resmi Nahkodai Kejati Lampung, Langsung Tancap Gas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:06

Kerja Sama Lampung-Shandong: Satelit Hiperspektral Lampung-1 Resmi Mengorbit

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:23

Gubernur Mirza: Sekolah Rakyat Bukti Pendidikan Bisa Putus Rantai Kemiskinan di Lampung

Berita Terbaru