Kurikulum Baru Darmajaya: Mahasiswa Sistem Komputer Langsung Bikin Prototipe IoT

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:37

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG – Pernah bertanya, Belajar mata kuliah ini untuk apa?

Pertanyaan itu kini dijawab Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) IIB Darmajaya melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kurikulum baru ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya tahu apa yang dipelajari, tetapi juga memahami tujuan, kompetensi yang dibangun, dan kemampuan yang harus dimiliki saat lulus.

Arah Belajar Lebih Jelas, Kompetensi Tetap Tinggi

Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengatakan pendekatan OBE membuat arah pembelajaran lebih mudah dipahami.

“Yang kami sederhanakan bukan tingkat kompetensinya, tetapi cara mahasiswa memahami arah belajarnya. Mahasiswa perlu mengetahui apa yang dipelajari, kemampuan apa yang harus dikuasai, dan bagaimana semuanya mengarah pada kompetensi sebagai lulusan Sistem Komputer,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Melalui OBE, mata kuliah tidak lagi berdiri sendiri. Setiap mata kuliah dikaitkan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

“Mahasiswa jadi bisa melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kompetensi yang ingin dicapai. Mereka memahami bagaimana setiap mata kuliah, CPMK, dan CPL saling terhubung hingga membentuk kompetensi lulusan Sistem Komputer,” kata Dodi.

Dari Pemrograman Dasar Hingga IoT dan Sistem Cerdas

Keterhubungan kompetensi itu dimulai dari mata kuliah dasar seperti pemrograman, rangkaian listrik, dan sistem digital.

Baca Juga :  Wali Kota Eva Dwiana Apresiasi 2 Siswi SD Bandar Lampung Juara Robot Design Olympiad 2026

Berlanjut ke materi kompleks seperti mikroprosesor, jaringan komputer, embedded system, sensor, IoT, sistem kendali, hingga sistem cerdas.

Dalam pembelajaran IoT, mahasiswa tidak hanya mengenal konsep. Mereka langsung praktik menghubungkan sensor dan aktuator, mengelola komunikasi data, mengintegrasikan perangkat ke platform IoT, hingga membuat sistem untuk menyelesaikan masalah.

Belajar Lewat Proyek dan Studi Kasus

Pembelajaran diperkuat dengan Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL).

Mahasiswa didorong menghasilkan prototipe, sistem monitoring, perangkat berbasis sensor, sistem kendali, aplikasi IoT, dan sistem cerdas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah teknologi bekerja, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah,” jelas Dodi.

Penilaian pun tidak hanya ujian tertulis. Mahasiswa juga dinilai dari praktikum, tugas, studi kasus, proyek, presentasi, hingga portofolio sesuai karakteristik mata kuliah.

Baca Juga :  Kadisdik Bandar Lampung Diduga Hindari Wartawan Saat Dimintai Konfirmasi Soal TPPO dan Video Viral Kepsek

Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Bagi mahasiswa, pola ini membuat perjalanan belajar dari semester awal hingga akhir lebih terarah. Kompetensi dasar jadi fondasi untuk teknologi kompleks, proyek, kerja praktik, penelitian, hingga skripsi.

Bagi calon mahasiswa dan orang tua, kurikulum ini memberi gambaran jelas kompetensi yang akan dibangun. Khususnya di bidang IoT, perangkat cerdas, embedded system, jaringan, otomasi, dan teknologi digital.

“Kami ingin mahasiswa sejak semester awal mengetahui perjalanan kompetensinya. Ketika arah belajarnya dipahami, mereka akan sadar bahwa setiap tugas, praktikum, proyek maupun ujian punya kontribusi terhadap kemampuan saat lulus,” tutur Dodi.

Melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis OBE, Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya berupaya menjadikan pembelajaran lebih terarah, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. (Hend)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunda Eva: “Kalau Bukan Kita Siapa Lagi” Saat Pimpin Upacara HUT RI Ke-81
Lampung Tuan Rumah Rakernas APTISI 2026, 3 Hari Bahas Transformasi PTS Nasional
Eva Dwiana Serahkan Bantuan ke 20 Masjid dan 5 Ponpes di Bandar Lampung
Eka Afriana: Pramuka Harus Lahirkan Generasi Tangguh Sambut Indonesia Emas 2045`
HUT RI ke-81! Maxim Hadirkan Mobil Gratis di Bandarlampung, Cek 18 Kota Lainnya
Resmi! Unila Buka Pendaftaran Calon Rektor 2027-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya`
Debu PT Semen Baturaja Ganggu Warga Panjang, DLH Lampung Belum Beri Jawaban
3 Ketua DPC PAN Bandar Lampung Dapat Hadiah Motor Listrik dari Putri Zulhas

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:14

Bunda Eva: “Kalau Bukan Kita Siapa Lagi” Saat Pimpin Upacara HUT RI Ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:13

Eva Dwiana Serahkan Bantuan ke 20 Masjid dan 5 Ponpes di Bandar Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:50

Eka Afriana: Pramuka Harus Lahirkan Generasi Tangguh Sambut Indonesia Emas 2045`

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:29

HUT RI ke-81! Maxim Hadirkan Mobil Gratis di Bandarlampung, Cek 18 Kota Lainnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:00

Resmi! Unila Buka Pendaftaran Calon Rektor 2027-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya`

Berita Terbaru