PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya. Tanpa fondasi nilai, kemajuan hanya akan melahirkan generasi yang kehilangan jati diri.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Begawi Festival 2026 dengan tema “Akselerasi Generasi Muda dalam Harmonisasi dan Kreativitas di Lingkungan Bumi Siger Lampung” di Radin Inten Beach, Lampung Selatan, Sabtu 11 Juli 2026.
“Kekayaan alam Lampung yang subur harus dikelola dengan karakter yang kuat. Kemajuan boleh jalan, tapi jangan sampai kita kehilangan akar budaya,” kata Gubernur.
Adat Jadi Pedoman Hidup
Menurut Mirza, adat di Lampung bukan sekadar simbol seremonial. Nilai-nilai di dalamnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia merinci sejumlah prinsip kearifan lokal yang harus dijaga, yakni Piil Pesenggiri, Nengah Nyimah, Nengah Nyappur, Juluk-Adek, dan nilai luhur lainnya.
“Nilai-nilai inilah yang mengantarkan masyarakat Lampung melewati zaman penjajahan, kemerdekaan, hingga reformasi dengan tetap menjaga jati diri,” ujarnya.
Gubernur menekankan peran strategis generasi muda. Ia meminta generasi muda menjadi agen perubahan yang kreatif dan inovatif, namun tetap berpijak pada nilai budaya Lampung.
“Kalau generasi muda tidak dibekali adat, sehebat apapun pencapaiannya nanti, dia akan kehilangan karakter sebagai orang Lampung,” tegas Mirza.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, akan terus membuka ruang bagi kreativitas anak muda. Tujuannya agar Lampung maju dan berdaya saing, tetapi tetap menjunjung tinggi kebudayaan dan semangat kebersamaan.
Zulkifli Hasan: Budaya Perekat Bangsa
Hadir dalam kegiatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memberikan apresiasi atas penganugerahan gelar adat Pangeran Satria Negara kepada Pangdam XXI/Radin Inten.
Zulkifli menyebut gelar adat tersebut bukan hanya penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga persatuan dan pengabdian kepada bangsa.
“Budaya yang kuat akan menjadikan bangsa ini semakin maju. Keberagaman harus jadi perekat, bukan pemecah,” kata Zulkifli.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan bergotong royong mendukung pembangunan nasional.
Rangkaian Begawi Festival
Begawi Festival 2026 di Radin Inten Beach diramaikan pameran produk UMKM lokal, kuliner khas Lampung, dan pertunjukan seni budaya.
Puncak acara juga diisi prosesi adat sakral Turun Mandi sebagai bentuk penyucian diri dan rasa syukur masyarakat Lampung terhadap warisan leluhur.
Gubernur mengapresiasi panitia, komunitas, dan organisasi kepemudaan yang terlibat. Ia berharap Begawi Festival terus menjadi agenda tahunan yang melahirkan karya kreatif sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Lampung.
“Begawi bukan sekadar ritual. Ini wujud syukur dan penghormatan kita terhadap tatanan adat yang diwariskan turun-temurun,” pungkas Mirza. (Hend)











