Lurah Kupang Kota Bantah Perintahkan RT Pungut Uang Bantuan Beras Pemkot Bandarlampung

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lurah Kupang Kota Muhammad Husin membantah memerintahkan RT memungut uang bantuan beras dari warga. (Foto: proyeksi.id)

Foto: Lurah Kupang Kota Muhammad Husin membantah memerintahkan RT memungut uang bantuan beras dari warga. (Foto: proyeksi.id)

PROYEKSI.ID BANDARLAMPUNG — Lurah Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Muhammad Husin membantah telah memerintahkan ketua RT memungut uang dari warga penerima bantuan beras dan minyak goreng program Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Saya tidak minta uang kepada para RT untuk biaya bongkar beras dan minyak dari truk ke kantor kelurahan,” kata Husin kepada proyeksi.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Kronologi Warga Dimintai Uang Rp20 Ribu

Sebelumnya, sejumlah warga RT 19 dan RT 20 Kelurahan Kupang Kota mengaku dimintai uang Rp20 ribu saat mengambil bantuan beras dan minyak goreng dari Pemerintah Kota Bandarlampung. Uang itu disebut untuk biaya bongkar muat bantuan lurah kupang kota bantuan beras tersebut.

Klarifikasi Lurah Kupang Kota Muhammad Husin

Menurut Husin, proses penurunan bantuan dilakukan oleh petugas yang dibawa pihak pengirim. Ia menyebut terdapat tiga pekerja yang bertugas menurunkan beras dan minyak goreng tersebut.

“Mereka membawa tiga orang kuli untuk menurunkan beras dan minyak itu. Supaya cepat, saya minta bantuan Linmas dan warga sekitar,” ujar dia.

Lurah menegaskan tidak ada instruksi pungutan kepada RT maupun warga. Biaya bongkar muat, kata dia, menjadi tanggung jawab pihak pengirim bantuan dari Pemkot Bandarlampung.

Baca Juga :  Breaking news! Kasus Ancaman Kekerasan Terhadap Jurnalis Resmi di laporkan ke Polresta Bandar Lampung

Penjelasan Ketua RT 20 Titing Nuraini

Ketua RT 20 Kelurahan Kupang Kota, Titing Nuraini, mengatakan pemberian uang kepada panitia tidak bersifat wajib. Menurut dia, warga tetap menerima bantuan meski tidak memberikan uang.

“Ada warga yang bertanya, ‘ini gratis ya?’ Saya jawab gratis. Tapi kalau mau membantu beli air mineral dan gorengan boleh,” kata Titing.

Ia menjelaskan, dari sumbangan sukarela warga terkumpul Rp120 ribu. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada panitia yang membantu menurunkan bantuan.

“Duitnya saya serahkan ke panitia yang ngangkat-ngangkat itu untuk beli gorengan dan air mineral,” ujar dia. (Hnd)

Berita Terkait

PLN UID Lampung Jaga Keandalan Listrik saat Idul Adha 1447 H, Dapat Apresiasi Gubernur
Disdikbud Dampingi Korban SMPN 44 Bandar Lampung
Siswa Kelas 7 SMPN 44 Bandarlampung Ditusuk Teman Usai Ujian, Diduga Dendam Karena Dibully
Listrik Lampung Normal: Update PLN UID Lampung 25 Mei 2026
Pemkot Bandar Lampung Fokuskan 529 Unit Bedah Rumah di Kawasan Pesisir Tahun 2026
Rotasi Jabatan di Polresta Bandar Lampung: Kabag Ops & 7 Kapolsek Berganti
Gagal Buka Franchise Kopi, Pengusaha AR Dilaporkan ke Polda Lampung, Rugikan Mitra Rp685 Juta
SEKBER Soroti Kejanggalan 28 SPPG MBG Disuspend & 54 Dapur Bodong di Bandarlampung

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34 WIB

Lurah Kupang Kota Bantah Perintahkan RT Pungut Uang Bantuan Beras Pemkot Bandarlampung

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:43 WIB

PLN UID Lampung Jaga Keandalan Listrik saat Idul Adha 1447 H, Dapat Apresiasi Gubernur

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:17 WIB

Disdikbud Dampingi Korban SMPN 44 Bandar Lampung

Senin, 25 Mei 2026 - 16:43 WIB

Siswa Kelas 7 SMPN 44 Bandarlampung Ditusuk Teman Usai Ujian, Diduga Dendam Karena Dibully

Senin, 25 Mei 2026 - 09:04 WIB

Listrik Lampung Normal: Update PLN UID Lampung 25 Mei 2026

Berita Terbaru

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung di Jl. Wolter Monginsidi.

Bandar Lampung

Disdikbud Dampingi Korban SMPN 44 Bandar Lampung

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:17 WIB