Temuan BPK: Pansus DPRD Beber Aset, Rekening, dan Tunjangan Pemkot Bandar Lampung Bermasalah

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:28

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Pansus DPRD Bandar Lampung Yuhadi. Pansus menemukan rekening mati, tunjangan ganda ASN, hingga aset tanah Pemkot belum bersertifikat. Rabu (15/7/2026). foto: PROYEKSI.ID

Wakil Ketua Pansus DPRD Bandar Lampung Yuhadi. Pansus menemukan rekening mati, tunjangan ganda ASN, hingga aset tanah Pemkot belum bersertifikat. Rabu (15/7/2026). foto: PROYEKSI.ID

PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — DPRD Bandar Lampung bongkar Temuan LHP BPK.

Banyak aset Pemkot tak jelas. Mulai dari rekening nganggur, tunjangan ganda, sampai tanah belum bersertifikat.

Temuan itu muncul saat Pansus LHP BPK memanggil 17 OPD dan 20 kecamatan, Rabu (15/7/2026) di ruang Lobby DPRD.

“Polanya sama semua. Ada rekening mati masih dicatat. Ada juga ASN suami istri dobel terima tunjangan beras dan anak,” kata Wakil Ketua Pansus, Yuhadi.

Baca juga: DPRD Bandar Lampung Soroti Parkir Radisson, Minta Izin Segera Diurus

Baca Juga :  Aksi Damai Dukung MBG di Lampung, Massa Desak Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Aset Mangkrak Hingga Tanah KAI

Masalah lain, aset Pemkot banyak yang mangkrak tapi belum dihapus. Jadinya masih numpuk di pembukuan.

Contoh paling kentara Pasar Pasir Gintung. Bangunannya punya Pemkot, tapi tanahnya masih punya PT KAI.

“Ini proyek APBN dulu. Belum serah terima. Kalau bisa disertifikat, nilai aset Pemkot pasti nambah,” ujar Yuhadi.

Baca juga: Jalan Protokol Gelap! DPRD Sorot PJU Bandarlampung Banyak yang Padam

Pansus juga menyoroti ruas milik jalan atau rumija. Kalau diserfitikat, bisa jadi duit.

“Rumija kalau jelas statusnya, bisa kita sewakan buat tiang telkom, kabel, dll. Itu potensi PAD,” jelasnya.

Soal Dugaan Markup

Baca Juga :  Puan Maharani: DPR Dukung Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat

Yuhadi menegaskan Pansus tidak menemukan bukti markup belanja. Tapi ada temuan yang bikin negara rugi.

Beruntung sebagian sudah dikembalikan ke kas daerah lewat STS sebelum LHP final keluar.

“Termasuk temuan media online. Karena sudah dikembalikan, akhirnya bersih di laporan akhir BPK,” pungkasnya. (Hend)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meriah! Guru Lawan Murid Adu Vokal di Lomba Solo Song HUT ke-344 Bandar Lampung
Inspektorat Bandar Lampung Koordinasi dengan Ombudsman, Susun Tindak Lanjut 3 Temuan SPMB
Lantik FOKAL IMM, Wali Kota Eva Dwiana Ajak Kolaborasi Bangun Bandar Lampung
Masuk 5 Besar Nasional, Sekda Lampung Marindo Kurniawan Diuji Tim Penilai ADLGA 2026
Ketua SMSI Lampung: Wartawan Bukan Pemeras, Langgar Kode Etik Silakan Dilaporkan ke Polisi
Proyeksi Pendapatan APBD 2027 Tembus Rp2,714 Triliun, Pemkot Bandar Lampung Fokus Infrastruktur
Diduga Bocorkan Data Pemohon, KAMPUD Desak Polda Lampung Usut Tuntas Kasus di BPN Bandar Lampung
Bawa Perpustakaan Mini di Atas Mobil, KKKS SD Bandar Lampung Gaungkan Literasi di HUT 344

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:21

Meriah! Guru Lawan Murid Adu Vokal di Lomba Solo Song HUT ke-344 Bandar Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:59

Inspektorat Bandar Lampung Koordinasi dengan Ombudsman, Susun Tindak Lanjut 3 Temuan SPMB

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:49

Lantik FOKAL IMM, Wali Kota Eva Dwiana Ajak Kolaborasi Bangun Bandar Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:05

Masuk 5 Besar Nasional, Sekda Lampung Marindo Kurniawan Diuji Tim Penilai ADLGA 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 16:23

Proyeksi Pendapatan APBD 2027 Tembus Rp2,714 Triliun, Pemkot Bandar Lampung Fokus Infrastruktur

Berita Terbaru