PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Pemprov Lampung bakal “tebas” anggaran perjalanan dinas dan belanja makan minum di APBD 2027. Kebijakan ini diambil untuk mengejar efisiensi dan memaksimalkan aset milik daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan, efisiensi jadi prinsip utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027.
“Prinsip efisiensi menjadi hal yang utama. Tujuannya bagaimana anggaran itu efisien, tetapi tetap berdampak pada pembangunan Provinsi Lampung,” kata Marindo di Ruang Sakai Sambayan, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, seluruh komponen belanja akan dievaluasi. Namun dua pos dipastikan kena penyesuaian: belanja makan dan minum serta perjalanan dinas.
Sebagai penggantinya, Pemprov akan memaksimalkan penggunaan gedung dan fasilitas milik pemerintah. Penyewaan tempat di luar juga akan ditekan.
Rapat-rapat dinas juga akan dialihkan ke daring. “Pelaksanaan rapat secara virtual melalui Zoom Meeting akan lebih dioptimalkan guna mengurangi frekuensi perjalanan dinas,” ujarnya.
Marindo menyebut, penyusunan APBD 2027 akan berbasis pada kemampuan fiskal daerah. Pendapatan daerah menjadi acuan utama sebelum menentukan besaran belanja, termasuk menyesuaikan dana transfer dari pusat.
Dengan skema ini, Pemprov menargetkan APBD 2027 tetap efisien namun tidak mengorbankan kualitas pelayanan publik. (Hend)











