Puan Maharani Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Soroti Kondisi Wisatawan Labuan Bajo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:55

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7 di NTT saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). FOTO: DPR RI

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7 di NTT saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). FOTO: DPR RI

PROYEKSI.ID, JAKARTA — Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Ia meminta Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan kecepatan penanganan terhadap warga terdampak gempa.

“Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan M 7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, terjadi pagi tadi. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah, dan menyebabkan dampak yang cukup besar di pusat gempa dan wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, dan Manggarai.

Gempa di NTT pagi tadi pun sempat menimbulkan tsunami kecil di beberapa tempat, meski kini status peringatan dini tsunami sudah dicabut. Besarnya kekuatan gempa menyebabkan banyak bangunan runtuh, dan membuat masyarakat panik.

5 Orang Meninggal, Termasuk Ibu dan Anak

Hingga Sabtu siang, dilaporkan 5 orang meninggal dunia akibat gempa dan beberapa warga luka-luka. Dari 5 orang yang meninggal dunia itu, 2 di antaranya merupakan ibu dan anak yang tewas di tengah reruntuhan rumah mereka.

“Dukacita mendalam kami sampaikan bagi para korban dan keluarga. Semoga korban yang mengalami luka-luka juga dapat segera pulih,” tutur Mantan Menko PMK itu.

Saat ini Pemprov NTT tengah memeriksa detail korban dan kerusakan akibat gempa, terutama yang berada di daerah pedalaman. Puan meminta agar pendataan dipercepat.

“Pendataan yang cepat dapat memudahkan penanganan pascagempa sehingga kebutuhan korban dapat segera diberikan,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Soroti Wisatawan di Labuan Bajo

Gempa juga dirasakan hingga ke provinsi tetangga seperti di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta di Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan warga di Selayar dan Bulukumba sempat melakukan evakuasi ke bukit karena terdeteksinya tsunami setinggi 0,5 meter.

Baca Juga :  Penumpang KA Pariaman Ekspres Tembus 140%, KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Pelanggan pada Libur Hari Buruh 2026

Puan meminta Pemerintah memberikan bantuan kepada para wisatawan yang ikut menjadi korban gempa. Hal ini menyusul gempa juga dirasakan cukup besar di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang merupakan destinasi wisata di NTT.

Saat gempa terjadi, ratusan wisatawan domestik dan mancanegara sempat berhamburan keluar dari hotel. Sejumlah resor hingga hotel di Labuan Bajo juga terlihat rusak parah akibat gempa.

“Para wisatawan ini jauh dari rumahnya. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pertolongan, khususnya bagi wisatawan yang tempatnya menginap rusak,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Minta Mitigasi Gempa Susulan

Adapun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa disebabkan oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores yang merupakan sesar aktif di dasar Laut Flores di utara Pulau Flores.

Baca Juga :  JNE Gelar Puncak JNE Content Competition 2026, 5.273 Karya Kreator Indonesia Beradu di Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat Flores Back-Arc Thrust menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia di mana gempa Flores pada 1992 diakibatkan oleh aktivitas sesar ini dan menelan 2.500 korban jiwa.

Oleh karenanya, Puan meminta Pemerintah untuk memitigasi potensi gempa susulan, apalagi banyak informasi yang beredar mengenai akan terjadinya gempa besar lagi di NTT.

“Pemerintah melalui lembaga yang berwenang harus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta memberikan edukasi untuk mencegah keresahan warga,” pesannya.

Puan juga menegaskan, bantuan logistik harus segera disalurkan kepada warga terdampak gempa secara merata. Khususnya bagi warga yang tempat tinggalnya rusak parah, dan masyarakat di daerah dengan akses yang sulit.

“Dan apabila ada warga yang mengungsi, pastikan tempat pengungsian yang nyaman dan aman. Pengungsian harus ramah terhadap lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga difabel dan yang memiliki penyakit bawaan,” tutup Puan. (Red)

 

Sumber: Keterangan tertulis Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani kepada Parlementaria, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Parlementria

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Perintahkan Pejabat Turun ke NTT, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim ke Maumere
Prabowo: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Belajar dalam Keadaan Lapar
Resmi! 6 Pelabuhan ASDP Terapkan Sterilisasi, Akses Masuk Pakai Face Recognition
Datangi Korban Kekerasan di Lampung, Menteri PPPA: Kerja Ini Ladang Ibadah
Resmi 20 Juli, ASDP Sterilisasi 6 Pelabuhan: Wajib Tiket Digital, Calo Dilarang Masuk
Mulai 20 Juli! ASDP Sterilkan 6 Pelabuhan Penyeberangan, Masuk Pelabuhan Wajib Face Recognition
Naik Perahu, Gibran Tinjau Proyek Jembatan Rp96,8 M di Lampung Timur
Resmi! Harga BBM Nelayan Diturunkan Prabowo Jadi Rp15.000 per Liter

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:55

Puan Maharani Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Soroti Kondisi Wisatawan Labuan Bajo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:24

Presiden Prabowo Perintahkan Pejabat Turun ke NTT, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim ke Maumere

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:36

Prabowo: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Belajar dalam Keadaan Lapar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:43

Resmi! 6 Pelabuhan ASDP Terapkan Sterilisasi, Akses Masuk Pakai Face Recognition

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:21

Datangi Korban Kekerasan di Lampung, Menteri PPPA: Kerja Ini Ladang Ibadah

Berita Terbaru