PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, punya “pasukan baru” untuk membenahi kota.
Sebanyak 2.185 mahasiswa UIN Raden Intan Lampung resmi digandeng Pemkot untuk diterjunkan lewat program Kuliah Kerja Nyata Transformatif 2026.
Kesepakatan itu mengemuka saat Rektor UIN Raden Intan, Prof. Wan Jamaluddin, melakukan audiensi ke Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (21/7/2026).
Bidik 48 Kelurahan, Fokus Atasi Rob dan Kemiskinan
Para mahasiswa ini nggak akan disebar asal-asalan. Mereka akan ditempatkan di 8 kecamatan, 48 kelurahan, dan 116 lingkungan.
Dan tugasnya berat. Bukan cuma bikin program kerja biasa.
Bunda Eva langsung “pesan” 5 PR besar ke mahasiswa: ketahanan pesisir, ekowisata perkotaan, ekonomi hijau, pemberdayaan warga, dan pengentasan kemiskinan.
“Pemerintah Kota berharap mahasiswa dapat membantu program di kawasan pesisir. Setiap rumah nantinya diupayakan memiliki beberapa titik biopori agar penyerapan air lebih baik. Kalau kawasan pesisir aman, insyaallah dampaknya juga baik bagi masyarakat,” ujar Eva.
Mahasiswa juga akan disuruh turun bantu bagi-bagi polybag, tanam bibit alpukat, dan bangun biopori. Semua demi menekan dampak banjir rob yang tiap tahun jadi keluhan warga pesisir.
Taktik Bunda Eva Genjot SDM Lewat Kampus
Di luar urusan KKN, Eva juga melirik UIN Raden Intan sebagai “pabrik” SDM.
Ia berencana merekomendasikan ASN Pemkot untuk lanjut S2 dan S3 di kampus tersebut. Apalagi UIN baru saja buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam dan Prodi Hukum Pidana Islam.
“Pemerintah Kota juga berharap UIN RIL dapat menampung lebih banyak lulusan SMA asal Bandar Lampung. Kami sudah siapkan anggaran bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” jelas Eva.
Langkah ini dinilai strategis. Pemkot butuh ASN yang kompeten, sementara warga butuh akses kuliah murah.
Rektor: Ini Dampak Nyata Buat Kota
Rektor UIN Raden Intan, Prof. Wan Jamaluddin, mengaku siap. Ia menyebut KKN 2026 ini memang sengaja didesain agar tidak “asal KKN”.
“Program yang kami rumuskan bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bandar Lampung,” katanya.
Dengan 116 dosen pembimbing yang akan ikut turun, Pemkot berharap sinergi ini bisa jadi contoh kolaborasi kampus dan pemerintah daerah. (Red)











