PROYEKSI.ID, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya membangun kesadaran digital sejak dini agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sahabat TUNAS NTB di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Lombok, Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan itu, Meutya berinteraksi langsung dengan para siswa melalui dialog terbuka.
Ia menggali kebiasaan siswa dalam menggunakan internet, media sosial, hingga game online. Hasilnya, banyak siswa diketahui menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari di ruang digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” ujar Meutya.
Ia mengingatkan, penggunaan teknologi secara berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, hubungan dengan orang tua, hingga kesehatan mental.
Sebagai langkah perlindungan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan tersebut mengatur pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko hingga usia tertentu.
Menurut Meutya, kebijakan ini disusun berdasarkan kajian ilmiah dari para ahli, termasuk psikolog dan tenaga medis, serta mengacu pada praktik terbaik di berbagai negara.
“Ini adalah langkah perlindungan yang tegas agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya.
Selain itu, Meutya juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses internet berkualitas di seluruh Nusa Tenggara Barat, termasuk wilayah dengan keterbatasan konektivitas.
“Kami pastikan setiap anak Indonesia dapat mengakses dunia digital dengan aman,” ujarnya.
Dialog ini sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital bahwa literasi digital harus dibangun melalui pemahaman langsung sejak usia dini. Generasi muda Indonesia diharapkan siap menjadi pemimpin di era digital yang cerdas dan tangguh. (red)










