PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG — Lupakan lomba karung. Tahun 2026, Dinas Kesehatan Dinkes Kota Bandar Lampung bikin kompetisi beda: “Olimpiade Puskesmas”. Ajang adu cepat, adu ramah, adu inovasi antar seluruh puskesmas se-kota.
Tujuannya satu: bikin pasien senyum, bukan cuma antri.
Kepala Dinkes Muhtadi A. Temenggung mengatakan kompetisi ini bukan sekadar hitung angka capaian program. Penilaian menyeluruh ke pelayanan publik jadi sorotan utama.
“Yang dinilai bukan hanya capaian program kesehatan, tetapi juga bagaimana puskesmas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menghadirkan inovasi yang berdampak,” ujar Muhtadi, Senin 22/6/2026.
Piala Bergilir + Piala “Kreator Kesehatan”
Puskesmas terbaik akan dapat piala bergilir dan piagam. Gelar ini bakal jadi gengsi tahunan. Tapi ada kategori baru yang bikin heboh: lomba konten edukasi kesehatan digital.
Setiap puskesmas wajib jadi kreator. TikTok, Instagram Reels, sampai film pendek YouTube jadi arena perang. Temanya wajib nyentuh rakyat: cegah DBD, lawan stunting, pola hidup sehat, dll.
“Semua karya harus dibuat mandiri oleh puskesmas. Edukasinya harus mudah dipahami masyarakat, bukan bahasa medis yang bikin ngantuk,” jelas Muhtadi.
Masyarakat Jadi Juri
Uniknya, suara pasien ikut dihitung. Penilaian masyarakat soal keramahan petugas, kecepatan layanan, sampai nyaman tidaknya ruang tunggu masuk dalam penjurian.
Tahapan seleksi dimulai dari evaluasi administrasi. Lima puskesmas terbaik lanjut verifikasi lapangan. Untuk lomba media sosial, Dinkes gandeng jurnalis dan praktisi komunikasi jadi juri biar objektif.
“Lewat kompetisi ini kami harap puskesmas terpacu berinovasi. Targetnya pelayanan lebih cepat, lebih ramah, lebih berkualitas,” tegas Muhtadi.
Kompetisi tahunan ini resmi dimulai 2026. Siapa puskesmas yang bakal angkat piala bergilir pertama?
(Red)











