PROYEKSI.ID, BANTEN — Peran media massa, khususnya wartawan parlemen, kembali ditegaskan sebagai pilar penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kinerja DPR RI.
Hal tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI yang digelar di Kota Serang, Banten, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara parlemen dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) guna memastikan informasi publik tersampaikan secara cepat, profesional, dan berimbang.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa wartawan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penghubung strategis antara DPR RI dan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, KWP dinilai memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan, program, dan kinerja parlemen dapat tersampaikan secara utuh, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Peran wartawan, khususnya koordinator wartawan parlemen, menjadi faktor penting agar apa yang dilakukan DPR dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Ini bagian dari upaya membangun transparansi yang profesional dan akuntabel,” ujar Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Muhammad Najib Ibrahim, usai memberikan sambutan dalam forum tersebut.
Najib menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun pemahaman publik terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran yang dijalankan DPR RI.
Menurutnya, penyajian informasi tidak hanya dituntut cepat dan akurat, tetapi juga harus berimbang agar membentuk persepsi publik yang objektif.
“Penyajian informasi harus berimbang. Ini penting agar framing di masyarakat terbentuk secara objektif dan faktual, sehingga kinerja DPR dapat dipahami secara positif oleh publik,” lanjutnya.
Forum tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka antara parlemen dan insan pers dalam memperkuat kolaborasi yang konstruktif demi menjaga kualitas demokrasi.
Pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi kegiatan disebut bukan tanpa alasan. Daerah tersebut dinilai memiliki dinamika pembangunan dan sosial yang tinggi serta menjadi representasi penting dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.
“Banten dipilih karena dinamika pembangunan dan aspirasi masyarakatnya yang tinggi. Ini menjadi ruang pembelajaran yang bisa kita publikasikan sebagai insight bagi daerah lain,” jelas Najib.
Melalui kegiatan itu, DPR RI dan insan pers diharapkan memiliki kesamaan visi dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.
Sinergi yang kuat antara parlemen dan media diyakini menjadi salah satu kunci dalam mengawal demokrasi sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik. (***)
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Parlementria










