Pemprov Lampung Bangun 1.200 Irigasi Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:14

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Program Percepatan Pupuk Hayati Cair (PHC) jadi salah satu strategi Pemprov Lampung dalam mitigasi dampak El Nino "Godzilla" 2026. PHC berfungsi meningkatkan retensi air tanah, stimulasi akar, dan toleransi stres tanaman.

Program Percepatan Pupuk Hayati Cair (PHC) jadi salah satu strategi Pemprov Lampung dalam mitigasi dampak El Nino "Godzilla" 2026. PHC berfungsi meningkatkan retensi air tanah, stimulasi akar, dan toleransi stres tanaman.

PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat mitigasi dampak El Nino di sektor pertanian. Pemprov mempercepat pembangunan infrastruktur air dan penguatan sarana produksi.

Langkah ini untuk menjaga Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

Arahan langsung Gubernur

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan hal itu.

Ia menyebut langkah strategis merupakan arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Tujuannya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung swasembada pangan nasional.

Kolaborasi dengan Kementan

Elvira mengatakan arahan Gubernur diwujudkan lewat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI. Kolaborasi ini untuk menjaga tren peningkatan produksi pangan berkelanjutan.

Berbagai program dijalankan. Program itu meliputi penyediaan benih unggul, alsintan, pupuk subsidi, pengendalian OPT, hingga pengawalan harga gabah dan jagung.

Produksi pangan Lampung naik 16 persen

Staf Ahli Kementan, Tin Latifah, menyebut Lampung mencatat pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada 2025. Angka itu dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Bangun Jalur Wisata Pesisir Lampung, Bandar Lampung-Kiluan Kini Hanya 2,5 Jam

Tantangan utama: infrastruktur air

Namun Elvira menegaskan tantangan terbesar pertanian Lampung ada di tata kelola dan ketersediaan air.

“Ekosistem air di Lampung belum terbangun optimal,” kata Elvira.

“Saat hujan, kita kekurangan embung. Drainase kurang maksimal memicu banjir dan gagal panen. Saat kemarau, El Nino bikin lahan rentan kering,” ujarnya, Jum’at (29/05/2026).

Percepat 1.200 irigasi pompa tahun 2026

Sebagai antisipasi kekeringan, Pemprov Lampung bersama Kementan mempercepat penguatan infrastruktur air di 2026.

Program mencakup pembangunan lebih dari 1.200 irigasi perpompaan di seluruh kabupaten/kota. Ada juga fasilitasi irigasi perpipaan, bangunan konservasi air, dan rehabilitasi irigasi tersier.

Penguatan sistem pengairan diharapkan tingkatkan indeks pertanaman. Targetnya menekan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas produksi pangan.

Dukungan Inpres No 2/2025

Pemerintah pusat juga mendukung lewat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Inpres itu soal percepatan konektivitas jalan daerah dan jaringan irigasi.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat dan Pemprov Lampung Bangun PSEL Lampung Raya, Sampah 1.000 Ton per Hari Diubah Jadi Listrik

Kementerian PU dan BBWS akan intervensi langsung. Intervensi fokus pada rehabilitasi jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu air.

Kendala teknis di lapangan

Elvira menyoroti kendala administratif di aplikasi SIPURI. Daerah wajib melampirkan DED dan RAB untuk ajukan program infrastruktur.

“Sebagian penyuluh dan aparatur belum punya latar teknis untuk susun dokumen itu,” kata Elvira.

Proses pengajuan jadi lama karena butuh bantuan pihak ketiga.

Minta pelatihan ke BBWS

“Kami berharap BBWS beri pelatihan khusus ke penyuluh dan aparatur,” ujarnya.

Pelatihan diharapkan kuatkan kapasitas teknis. Tujuannya agar percepatan pembangunan infrastruktur berjalan efektif.

Sinergi penyuluh jadi kunci

Pemprov juga menekankan pentingnya koordinasi dengan penyuluh pertanian. Koordinasi harus solid pasca-alih tugas penyuluh ke Kementan.

“Sinergi di lapangan adalah kunci utama,” kata Elvira.

“Kunci agar program pendampingan petani dan pengelolaan air sukses demi swasembada pangan di Bumi Ruwa Jurai,” tutupnya. (Hdr)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masuk 5 Besar Nasional, Sekda Lampung Marindo Kurniawan Diuji Tim Penilai ADLGA 2026
Batik Keris “Ngantor” di Lampung! Wastra Siger & Kopi Lampung Bakal Nampang di 120 Gerai Nasional
Naik Perahu, Gibran Tinjau Proyek Jembatan Rp96,8 M di Lampung Timur
Tegas! Pemprov Lampung Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas dan Mamin di APBD 2027
Wagub Jihan Nurlela Kunjungi Sekolah dan SPPG di Bandar Lampung Dukung Program MBG
Gebyar Samsat 2026, Pemprov Lampung: Bayar Pajak Kendaraan Itu Investasi untuk Pembangunan
Gubernur Mirza di Begawi Festival: Generasi Muda Harus Kreatif Tapi Jangan Lupakan Adat
Pemprov Lampung Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:05

Masuk 5 Besar Nasional, Sekda Lampung Marindo Kurniawan Diuji Tim Penilai ADLGA 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:59

Batik Keris “Ngantor” di Lampung! Wastra Siger & Kopi Lampung Bakal Nampang di 120 Gerai Nasional

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:42

Naik Perahu, Gibran Tinjau Proyek Jembatan Rp96,8 M di Lampung Timur

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:09

Tegas! Pemprov Lampung Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas dan Mamin di APBD 2027

Senin, 13 Juli 2026 - 16:55

Wagub Jihan Nurlela Kunjungi Sekolah dan SPPG di Bandar Lampung Dukung Program MBG

Berita Terbaru