Pemprov Lampung Bangun 1.200 Irigasi Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Program Percepatan Pupuk Hayati Cair (PHC) jadi salah satu strategi Pemprov Lampung dalam mitigasi dampak El Nino

Program Percepatan Pupuk Hayati Cair (PHC) jadi salah satu strategi Pemprov Lampung dalam mitigasi dampak El Nino "Godzilla" 2026. PHC berfungsi meningkatkan retensi air tanah, stimulasi akar, dan toleransi stres tanaman.

PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat mitigasi dampak El Nino di sektor pertanian. Pemprov mempercepat pembangunan infrastruktur air dan penguatan sarana produksi.

Langkah ini untuk menjaga Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

Arahan langsung Gubernur

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan hal itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut langkah strategis merupakan arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Tujuannya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung swasembada pangan nasional.

Kolaborasi dengan Kementan

Elvira mengatakan arahan Gubernur diwujudkan lewat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI. Kolaborasi ini untuk menjaga tren peningkatan produksi pangan berkelanjutan.

Berbagai program dijalankan. Program itu meliputi penyediaan benih unggul, alsintan, pupuk subsidi, pengendalian OPT, hingga pengawalan harga gabah dan jagung.

Produksi pangan Lampung naik 16 persen

Staf Ahli Kementan, Tin Latifah, menyebut Lampung mencatat pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada 2025. Angka itu dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Siapkan Rp125 Miliar untuk Bayar BPJS PBI dan PBPU 2026

Tantangan utama: infrastruktur air

Namun Elvira menegaskan tantangan terbesar pertanian Lampung ada di tata kelola dan ketersediaan air.

“Ekosistem air di Lampung belum terbangun optimal,” kata Elvira.

“Saat hujan, kita kekurangan embung. Drainase kurang maksimal memicu banjir dan gagal panen. Saat kemarau, El Nino bikin lahan rentan kering,” ujarnya, Jum’at (29/05/2026).

Percepat 1.200 irigasi pompa tahun 2026

Sebagai antisipasi kekeringan, Pemprov Lampung bersama Kementan mempercepat penguatan infrastruktur air di 2026.

Program mencakup pembangunan lebih dari 1.200 irigasi perpompaan di seluruh kabupaten/kota. Ada juga fasilitasi irigasi perpipaan, bangunan konservasi air, dan rehabilitasi irigasi tersier.

Penguatan sistem pengairan diharapkan tingkatkan indeks pertanaman. Targetnya menekan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas produksi pangan.

Dukungan Inpres No 2/2025

Pemerintah pusat juga mendukung lewat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Inpres itu soal percepatan konektivitas jalan daerah dan jaringan irigasi.

Baca Juga :  RMDku Diluncurkan, Pemprov Lampung Sinkronkan Data Pendidikan untuk Dongkrak IPM

Kementerian PU dan BBWS akan intervensi langsung. Intervensi fokus pada rehabilitasi jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu air.

Kendala teknis di lapangan

Elvira menyoroti kendala administratif di aplikasi SIPURI. Daerah wajib melampirkan DED dan RAB untuk ajukan program infrastruktur.

“Sebagian penyuluh dan aparatur belum punya latar teknis untuk susun dokumen itu,” kata Elvira.

Proses pengajuan jadi lama karena butuh bantuan pihak ketiga.

Minta pelatihan ke BBWS

“Kami berharap BBWS beri pelatihan khusus ke penyuluh dan aparatur,” ujarnya.

Pelatihan diharapkan kuatkan kapasitas teknis. Tujuannya agar percepatan pembangunan infrastruktur berjalan efektif.

Sinergi penyuluh jadi kunci

Pemprov juga menekankan pentingnya koordinasi dengan penyuluh pertanian. Koordinasi harus solid pasca-alih tugas penyuluh ke Kementan.

“Sinergi di lapangan adalah kunci utama,” kata Elvira.

“Kunci agar program pendampingan petani dan pengelolaan air sukses demi swasembada pangan di Bumi Ruwa Jurai,” tutupnya. (Hdr)

Berita Terkait

Wagub Jihan: Temuan Kasus TBC Lampung 2026 Baru 20% dari Target 30.345
Wagub Jihan Nurlela: Pramuka Benteng Karakter Gen Z di Era Digital
Pendekar Banten Bertemu Sekda Marindo Kurniawan, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung
Wagub Jihan Luncurkan Keringanan Pajak Kendaraan 2026, Diskon 5-25% Berlaku 2 Juni-31 Agustus
Wagub Jihan Nurlela Cek Samsat Rajabasa, Keringanan PKB Lampung Resmi Berlaku 2 Juni 2026
Penjualan Ternak Kurban Lampung 2026 Naik Tajam, Domba Melonjak 121 Persen
Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
Gubernur Mirza Pimpin HLM TP2DD Lampung, Dorong Digitalisasi untuk Optimalkan PAD

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:17 WIB

Wagub Jihan: Temuan Kasus TBC Lampung 2026 Baru 20% dari Target 30.345

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:47 WIB

Pendekar Banten Bertemu Sekda Marindo Kurniawan, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:45 WIB

Wagub Jihan Luncurkan Keringanan Pajak Kendaraan 2026, Diskon 5-25% Berlaku 2 Juni-31 Agustus

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:10 WIB

Wagub Jihan Nurlela Cek Samsat Rajabasa, Keringanan PKB Lampung Resmi Berlaku 2 Juni 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:36 WIB

Penjualan Ternak Kurban Lampung 2026 Naik Tajam, Domba Melonjak 121 Persen

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rakor Percepatan Penanggulangan TBC bersama Pemkab Lampung Tengah secara daring, Jumat 5 Juni 2026. Wagub soroti rendahnya temuan kasus TBC yang baru 20% dari target 30.345 kasus.

Pemprov Lampung

Wagub Jihan: Temuan Kasus TBC Lampung 2026 Baru 20% dari Target 30.345

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:17 WIB