Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”
Oleh: Yuni Karnelis, STP
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung & Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Lampung
PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 menjadi pengingat penting bagi kita semua. Tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” menegaskan satu hal: kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan megahnya pembangunan fisik. Kemajuan sejati terlihat dari seberapa aman anak-anak kita, seberapa layak pendidikan yang mereka dapat, seberapa sehat tumbuh kembang mereka, dan seberapa cerah masa depan yang kita siapkan untuk mereka.
Alarm dari Data: Perlindungan Anak di Bandar Lampung
Di Kota Bandar Lampung, isu perlindungan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Berdasarkan data SIMFONI PPA Tahun 2024, Provinsi Lampung mencatat 586 kasus kekerasan terhadap anak. Dan Kota Bandar Lampung berada di urutan tertinggi dengan 127 kasus.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini alarm keras bagi kita semua bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama, bukan pilihan.
Di tengah tantangan itu, ada kabar baik. Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Kota Bandar Lampung berhasil mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori Nindya. Capaian ini patut diapresiasi.
Namun penghargaan tidak boleh membuat kita berhenti. Predikat Nindya harus jadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan anak, hingga benar-benar dirasakan setiap keluarga di setiap RT.
Tantangan Kompleks: Dari Stunting Hingga Dunia Digital
Masalah anak hari ini tidak hanya soal kekerasan. Ada tantangan kesehatan dan tumbuh kembang. Pencegahan stunting, pemenuhan gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, pendidikan berkualitas, hingga penguatan karakter harus dikerjakan secara terpadu.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmen pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pendidikan inklusif, pendidikan karakter, dan perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul.
Belum lagi tantangan era digital. Anak-anak kita kini tumbuh di tengah banjir informasi. Perundungan siber, kecanduan gawai, judi online, hingga konten negatif menjadi ancaman baru.
Ini bukan hanya tugas orang tua. Sekolah dan pemerintah juga harus hadir. Literasi digital wajib masuk dalam pendidikan keluarga, agar anak bisa menggunakan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Peran Kita: Dari Regulasi Hingga Keluarga
Sebagai Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, saya meyakini perlindungan anak tidak cukup hanya dengan regulasi. Kita butuh keberpihakan anggaran. Kita butuh penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak. Kita butuh sekolah ramah anak, ruang bermain yang aman, dan pelibatan aktif RT, kelurahan, tokoh agama, ormas, hingga dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Namun pondasi paling utama ada di keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua adalah guru pertama.
Mari jadi teladan dalam membangun karakter. Tanamkan nilai agama. Biasakan komunikasi yang hangat. Dampingi anak saat berselancar di dunia digital. Anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis akan punya fondasi kuat untuk menghadapi tantangan zaman.
Komitmen Bersama untuk Bandar Lampung Ramah Anak
Momentum Hari Anak Nasional ke-42 ini mari kita jadikan seruan bersama. Jangan tutup mata terhadap persoalan anak di sekitar kita.
Setiap anak berhak hidup tanpa rasa takut. Berhak mendapat pendidikan layak. Berhak atas layanan kesehatan berkualitas. Berhak memiliki ruang bermain yang aman. Berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.
Mari kita wujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang benar-benar ramah anak. Kota tempat setiap anak bisa tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan terlindungi.
Karena ketika anak-anak kita terlindungi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Selamat Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026
“Anak Terlindungi, Indonesia Maju”











