Langkah Sunyi Sang Pengabdi : Kisah Purna Tugas Mulyadi Syukri untuk Pendidikan Bandar Lampung

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mulyadi Syukri, S.Sos

Mulyadi Syukri, S.Sos

PROYEKSI.ID, BANDARLAMPUNG — Ada perpisahan yang terasa biasa. Namun ada pula yang meninggalkan ruang hening, seolah waktu ikut berhenti sejenak. Purna tugas Mulyadi Syukri, S.Sos per 1 Mei 2026 adalah salah satunya perpisahan yang tidak riuh, tetapi diam-diam menggetarkan.

Di usia 58 tahun, ia menutup perjalanan panjangnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Tidak dengan gemuruh atau seremoni berlebihan, melainkan dengan ketulusan yang selama ini menjadi napas pengabdiannya.

Puluhan tahun di dunia pendidikan membentuknya menjadi sosok yang bekerja bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Mulyadi, pendidikan bukan sekadar urusan administrasi atau capaian angka. Ia adalah amanah besar tentang masa depan anak-anak, tentang harapan keluarga, dan tentang tanggung jawab negara.

Selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dalam penampilan, namun teguh dalam prinsip.

Ia tidak mengejar sorotan, apalagi pujian. Namun justru dari kesederhanaannya, terpancar ketegasan dan rasa tanggung jawab yang kuat.

Perjalanannya tidak dimulai dari puncak. Ia pernah menapaki peran sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Pendidikan Dasar, sebuah posisi yang membawanya dekat dengan denyut persoalan di lapangan.

Baca Juga :  Sekber SMSI, AMSI dan JMSI Lampung Matangkan Sarasehan “Lampung Mau Dibawa Kemana”

Ia melihat langsung sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian, anak-anak yang menanti kesempatan belajar, serta harapan orang tua yang disandarkan pada sistem pendidikan.

Dari sanalah keyakinannya tumbuh dan tak pernah goyah: pendidikan adalah hak dasar setiap warga.

Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya,

Kalimat sederhana yang ia pegang teguh sepanjang pengabdian.

Namun yang membuatnya berbeda bukan hanya apa yang ia katakan, melainkan bagaimana ia menjalaninya.

Ia percaya, pendidikan tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah. Perlu peran keluarga, dukungan masyarakat, dan kerja sama yang terus dirawat.

Di balik berbagai capaian, Mulyadi memilih tetap berada di belakang. Ia tidak pernah menempatkan diri sebagai tokoh utama.

Baginya, keberhasilan adalah milik bersama. Dan justru karena itulah, kepergiannya terasa lebih dalam.

Menjelang akhir masa tugas, ia tidak meninggalkan pidato panjang. Hanya pesan-pesan sederhana: jaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan tetap setia pada tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Baca Juga :  Coaching Clinic FFL 2026 Darmajaya Hadirkan Praktisi Film Nasional, Bahas Peluang Industri Kreatif di Lampung

Namun dalam kesederhanaan itu, tersimpan makna yang kuat,sebuah nilai yang tak lekang oleh waktu.

Kini, rutinitas yang selama ini mengisi hari-harinya perlahan akan berganti. Meja kerja, tumpukan berkas, dan ruang diskusi yang pernah menjadi bagian dari hidupnya akan menjadi kenangan. Namun semangatnya tidak ikut berhenti.

Mulyadi memastikan dirinya tidak benar-benar meninggalkan dunia pendidikan. Ia masih ingin berbagi, mendengar, dan memberi meski tanpa jabatan. Sebab baginya, pengabdian tidak mengenal batas usia maupun status.

Purna tugas ini bukanlah akhir. Ia hanyalah jeda dalam perjalanan panjang seorang pengabdi senyap. Sosok yang mungkin jarang berada di depan, tetapi kehadirannya selalu terasa.

Dan ketika langkahnya kini menjauh dari hiruk pikuk birokrasi, yang tertinggal bukan sekadar kenangan—melainkan teladan. Sebuah pengingat bahwa pengabdian yang tulus tidak pernah benar-benar selesai.

Selamat menikmati waktu yang lebih lapang Pak Mulyadi,  Bersama Keluarga, anak dan cucu, semoga hari-hari ke depan dipenuhi kebahagiaan, kehangatan, dan cerita-cerita indah yang selama ini mungkin sempat tertunda.

Terima kasih atas pengabdian yang tulus jejaknya akan selalu hidup di hati banyak orang.

Berita Terkait

Kadisdik Bandarlampung Dinilai Abaikan Pers, AWNI Soroti Transparansi Kasus Sekolah dan Dugaan TPPO
Tak Diizinkan di Kampus, Bedah Film “Pesta Babi” Pindah ke Kafe Dekat Malahayati
Disdikbud Lampung dan Densus 88 Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar Cegah Radikalisme
Kadisdik Bandar Lampung Diduga Hindari Wartawan Saat Dimintai Konfirmasi Soal TPPO dan Video Viral Kepsek
Awasi Program MBG, Sekber Media Lampung Luncurkan “Lapor Sekber & Hotline 24 Jam”
Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif
Sarasehan 3 Konstituen Dewan Pers, Berikut Rekomendasi yang Dilahirkan
Ombudsman Soroti Minim Petugas dan Fasilitas Lansia pada Haji 2026 di Lampung

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:19 WIB

Kadisdik Bandarlampung Dinilai Abaikan Pers, AWNI Soroti Transparansi Kasus Sekolah dan Dugaan TPPO

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:38 WIB

Disdikbud Lampung dan Densus 88 Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar Cegah Radikalisme

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:26 WIB

Kadisdik Bandar Lampung Diduga Hindari Wartawan Saat Dimintai Konfirmasi Soal TPPO dan Video Viral Kepsek

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:36 WIB

Awasi Program MBG, Sekber Media Lampung Luncurkan “Lapor Sekber & Hotline 24 Jam”

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:27 WIB

Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif

Berita Terbaru

DPRD Lampung Selatan

Klarifikasi Setwan Lampung Selatan Soal Anggaran Laundry Rp6,5 Juta per Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:18 WIB