PROYEKSI.ID , BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat mengevaluasi standar keselamatan fasilitas publik menyusul insiden tenggelamnya seorang balita di kolam renang Swiss-Belhotel Lampung pada Jumat, 1 Mei 2026.
Atas arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan inspeksi lapangan serta menilai sistem keamanan di area kolam renang.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah sekaligus bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wali kota menyampaikan duka cita dan meminta kami mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujar Wilson, Selasa (5/5/2026).
Dari hasil peninjauan, tim menemukan sejumlah catatan penting. Salah satunya adalah minimnya pembatas antara kolam anak dan kolam dewasa yang posisinya terlalu berdekatan, sehingga dinilai berpotensi membahayakan anak-anak.
Selain itu, sistem pengawasan di area kolam juga dinilai belum optimal. Pemkot menegaskan agar manajemen hotel tidak hanya mengandalkan kamera pengawas (CCTV), tetapi juga menempatkan petugas khusus yang berjaga langsung di sekitar kolam.
“Kami minta ada petugas yang standby untuk memantau aktivitas pengunjung,” tegas Wilson.
Pemkot juga menyoroti pentingnya edukasi aktif kepada pengunjung, khususnya orang tua, agar pengawasan terhadap anak tetap menjadi prioritas saat berada di area kolam.
Tak hanya aspek fasilitas, tim inspeksi turut menemukan sejumlah dokumen perizinan yang masih perlu dilengkapi oleh pihak hotel.
Sementara itu, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa hotel berbintang seharusnya menerapkan standar keselamatan yang lebih ketat, terutama pada area berisiko tinggi seperti kolam renang.
“Keselamatan tamu harus menjadi prioritas. Kejadian ini sangat disayangkan,” ujarnya.
Korban diketahui berinisial SP (4), yang ditemukan tenggelam di kolam dewasa dengan kedalaman sekitar 120 sentimeter.
Saat ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung masih melakukan evaluasi lanjutan terhadap keamanan fasilitas publik, sementara penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian ditangani oleh aparat kepolisian. (*)










