Limbah Dapur MBG Diduga Cemari Lingkungan, Warga Balekencono Desak SPPG Ditutup

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:32

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

foto : ilustrasi/ ist

foto : ilustrasi/ ist

PROYEKSI.ID, LAMPUNG TIMUR – Warga Dusun Sendang Mulyo, Desa Balekencono, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, mengeluhkan dugaan pencemaran limbah cair dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, limbah cair diduga mengalir ke selokan warga dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan, aroma tak sedap tercium hingga area pasar dan rumah ibadah di sekitar lokasi.

Warga menilai persoalan limbah tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, pihak pengelola belum memberi penanganan serius. Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memadai.

IPAL Baru Dibangun Setelah Ada Protes

Menurut warga, dapur SPPG telah beroperasi selama sekitar empat bulan. Namun, pembangunan IPAL baru dilakukan setelah masyarakat protes terkait dugaan pencemaran limbah cair dari dapur MBG 02 tersebut.

Wahyanto, salah seorang warga setempat, mengatakan sejak awal masyarakat telah mengingatkan pengelola terkait dampak limbah terhadap lingkungan sekitar. Namun, keluhan warga belum mendapat respons maksimal.

“Rumah saya jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi pembuangan limbah. Hampir setiap hari bau busuk tercium dan sangat mengganggu,” ujar Wahyanto, Selasa (12/5/2026).

Keluhan serupa disampaikan Suwarno. Ia menegaskan warga tidak menolak program MBG. Akan tetapi, warga meminta pengelolaan limbah dilakukan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami mendukung program MBG, tapi limbahnya jangan sampai mencemari lingkungan warga,” katanya.

Pengelola Akui Ada Kebocoran IPAL

Sementara itu, pihak pengelola dapur MBG, Nyoman, membantah membuang limbah sengaja ke parit warga. Menurutnya, persoalan terjadi akibat kebocoran pada IPAL yang kini sedang diperbaiki.

“Saat ini kami sedang memperbesar bak penampungan limbah agar tidak lagi bocor ke lingkungan,” ujar Nyoman.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja tengah membangun tiga bak penampungan limbah baru. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebocoran kembali terjadi.

Baca Juga :  2 Pelaku Curanmor Dibekuk di Dua Lokasi, Motor Raib Saat Diparkir di Kontrakan

DPRD Lamtim Sidak dan Beri Tenggat 7 Hari

Persoalan tersebut turut mendapat perhatian DPRD Lampung Timur. Ketua Komisi III DPRD Lampung Timur, H. Kemari, membenarkan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur SPPG Balekencono setelah menerima laporan masyarakat.

Baca Juga :  Residivis Pemerasan Bermodus Ancaman dan Pistol Mainan Ditangkap Tekab 308 Polres Lampung Tengah

Menurut Kemari, saat sidak dilakukan, bau menyengat dari limbah cair memang tercium kuat di sekitar lokasi dan mengalir ke selokan warga.

“Kami menemukan masih banyak ketidaksesuaian dan kekurangan pada SOP IPAL yang seharusnya dipenuhi pihak pengelola,” kata Kemari.

Oleh karena itu, Komisi III DPRD Lampung Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup meminta pengelola segera melakukan perbaikan sesuai standar pengelolaan limbah program MBG.

Selain itu, DPRD juga memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kepada pengelola untuk menyelesaikan perbaikan. Jika tidak ada perubahan signifikan, DPRD membuka kemungkinan merekomendasikan penutupan sementara operasional dapur SPPG tersebut.

“Kalau masih tidak berubah, kami akan turun kembali dan tidak menutup kemungkinan dilakukan penutupan sementara,” tegasnya. (*/ Sekber)

Follow WhatsApp Channel proyeksi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nelayan Tenggelam di Perairan Pulau Rimau Lampung Selatan Ditemukan Meninggal
Peringati Harkopnas ke-79, Sekda Lamsel: Koperasi Harus Jadi Motor Ekonomi Digital
SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa Lampung, Cegah Korupsi Dana Desa
7 Hari Dicari, Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Selat Sunda Dinyatakan Hilang
Festival Krakatau 2026 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Masuk 110 Event Terbaik Nasional
Sinergi BI Lampung dan Media Diperkuat Lewat Capacity Building di Lampung Selatan
Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa yang Belum Diterima PPDB Masuk SMP Negeri
Ketua SMSI Lampung Minta Pengurus Tulang Bawang Perkuat Sinergi dengan Pemda

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:19

Nelayan Tenggelam di Perairan Pulau Rimau Lampung Selatan Ditemukan Meninggal

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Peringati Harkopnas ke-79, Sekda Lamsel: Koperasi Harus Jadi Motor Ekonomi Digital

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:35

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa Lampung, Cegah Korupsi Dana Desa

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:52

7 Hari Dicari, Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Selat Sunda Dinyatakan Hilang

Senin, 13 Juli 2026 - 21:02

Festival Krakatau 2026 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Masuk 110 Event Terbaik Nasional

Berita Terbaru