Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen, Ditopang Pertanian dan Konsumsi Rumah Tangga

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Ekonomi Lampung tumbuh 5,58 persen pada triwulan I 2026, didorong panen raya, aktivitas perdagangan, dan tingginya konsumsi saat Idulfitri. ilustrasi

Keterangan foto: Ekonomi Lampung tumbuh 5,58 persen pada triwulan I 2026, didorong panen raya, aktivitas perdagangan, dan tingginya konsumsi saat Idulfitri. ilustrasi

PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,58 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen (yoy).

Berdasarkan data, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp132,36 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp73,44 triliun.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatra yang sebesar 5,13 persen (yoy), meski sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Lampung terutama ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 9,89 persen (yoy), diikuti Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 6,91 persen (yoy), serta Industri Pengolahan sebesar 3,28 persen (yoy).

Kinerja sektor pertanian meningkat seiring puncak panen raya komoditas tanaman pangan seperti padi dan jagung. Sementara itu, sektor perdagangan turut terdorong oleh meningkatnya aktivitas distribusi antar daerah serta tingginya permintaan masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Baca Juga :  Menuju 1 Abad, PERTI Perkuat Peran Strategis, Abdul Somad Isi Khutbah Nasional

Sejumlah sektor lainnya juga mencatat pertumbuhan positif, di antaranya Konstruksi sebesar 4,96 persen (yoy) serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,11 persen (yoy), didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan berlanjutnya proyek strategis.

Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dampak signifikan, khususnya pada sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman yang tumbuh 12,43 persen (yoy).

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,54 persen (yoy), investasi 4,39 persen (yoy), dan konsumsi pemerintah yang meningkat signifikan sebesar 13,84 persen (yoy).

Peningkatan konsumsi rumah tangga dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat selama Idulfitri, yang juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung sebesar 121,71 atau berada pada level optimis (di atas 100).

Baca Juga :  Harga BBM Terbaru April 2026: Pertamina Jaga Stabilitas di Tengah Tekanan Global

Sementara itu, kinerja ekspor tetap tumbuh positif sebesar 0,75 persen, didukung oleh komoditas unggulan seperti pulp, sisa industri makanan, dan bahan kimia organik.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 berada di kisaran 5,0 hingga 5,6 persen, dengan dukungan permintaan domestik dan eksternal yang tetap terjaga.

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai. Untuk menjaga momentum pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan memperkuat sinergi melalui tiga strategi utama.

Pertama, penguatan sektor primer dan stabilisasi harga melalui peningkatan produktivitas pertanian serta pengendalian inflasi oleh TPID dan program GPIPS.

Kedua, peningkatan nilai tambah dan investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan serta penguatan UMKM berorientasi ekspor, termasuk promosi proyek investasi melalui IPRO.

Ketiga, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah guna meningkatkan efisiensi transaksi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). (red)

Berita Terkait

Transaksi Daerah, BI dan Pemda Susun Roadmap ETPD 2026
Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif
LaSEF 2026 Dongkrak Ekonomi Syariah Lampung, Transaksi Tembus Ratusan Juta dan Business Matching Rp230 Miliar
Ketergantungan LPG Impor Membengkak, Pemerintah Didorong Percepat Hilirisasi DME
Bank Indonesia Lampung Gelar LaSEF 2026 Untuk Dukung Sektor Riil dan Kemandirian Umat 
Ketahanan Finansial Keluarga Indonesia di Tengah Gelombang PHK 2026
Inflasi Lampung April 2026 0,55% mtm, Tetap Terkendali di Bawah Nasional
Penumpang KA Pariaman Ekspres Tembus 140%, KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Pelanggan pada Libur Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:31 WIB

Transaksi Daerah, BI dan Pemda Susun Roadmap ETPD 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:27 WIB

Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif

Senin, 11 Mei 2026 - 07:33 WIB

LaSEF 2026 Dongkrak Ekonomi Syariah Lampung, Transaksi Tembus Ratusan Juta dan Business Matching Rp230 Miliar

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:31 WIB

Ketergantungan LPG Impor Membengkak, Pemerintah Didorong Percepat Hilirisasi DME

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:02 WIB

Bank Indonesia Lampung Gelar LaSEF 2026 Untuk Dukung Sektor Riil dan Kemandirian Umat 

Berita Terbaru

DPRD Lampung Selatan

Klarifikasi Setwan Lampung Selatan Soal Anggaran Laundry Rp6,5 Juta per Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:18 WIB