Transaksi Daerah, BI dan Pemda Susun Roadmap ETPD 2026

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto; istimewa

foto; istimewa

PROYEKSI.ID, Lampung Tengah – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah kembali menegaskan komitmen mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (11/5/2026) itu dihadiri Plt Bupati Lampung Tengah, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Plt Kepala Bapenda, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Lampung Tengah, serta Kepala Cabang Bank Lampung Bandar Jaya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor dalam penyusunan roadmap implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern, efisien, transparan, dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjadi salah satu pintu masuk utama dalam pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah.

Menurut dia, peningkatan transaksi non tunai dapat mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem penerimaan yang lebih tertib, terintegrasi, dan berbasis data.

“Roadmap merupakan alat navigasi yang diterjemahkan ke dalam langkah operasional jangka menengah agar transformasi digital di sektor transaksi pemerintah daerah dapat berjalan konsisten dan terukur,” ujar Bimo dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, penyusunan roadmap dapat dimulai dengan mengidentifikasi sektor dan jenis transaksi yang dapat dielektronifikasi secara optimal pada tahun pertama. Selanjutnya, implementasi tersebut diperluas secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga.

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Berdasarkan data Satgas TP2DD tahun 2025, rata-rata realisasi penerimaan dan belanja pemerintah daerah yang telah berada pada tahap “Digital” tercatat lebih tinggi sekitar 35 hingga 43 persen dibandingkan daerah pada tahap lainnya.

Selain mendorong peningkatan PAD, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan publik melalui kemudahan pembayaran pajak dan retribusi daerah bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, capaian Kabupaten Lampung Tengah dalam implementasi digitalisasi transaksi daerah turut mendapat apresiasi. Berdasarkan hasil Championships TP2DD 2025, Lampung Tengah berada di peringkat kedua tingkat kabupaten se-Provinsi Lampung dengan skor 80,03 dan telah masuk kategori “Digital”.

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan kanal pembayaran non tunai dalam transaksi pajak, retribusi, maupun belanja daerah.

Meski demikian, masih terdapat ruang pengembangan, khususnya dalam penyelarasan roadmap dan rencana aksi implementasi ETPD agar capaian tersebut dapat terus berkelanjutan pada evaluasi TP2DD berikutnya.

Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, mengatakan sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, masih banyak potensi sumber pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan melalui digitalisasi.

“Pelaksanaan HLM ini menghadirkan seluruh kepala OPD untuk menyelaraskan visi dalam penyusunan roadmap implementasi ETPD agar transaksi pemerintah daerah semakin cepat, aman, dan efisien,” kata Komang.

Ia mengungkapkan sejumlah program digitalisasi yang akan segera diterapkan, di antaranya digitalisasi penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum, digitalisasi pemungutan retribusi di sembilan pasar daerah, penggunaan virtual account untuk penerimaan pajak, hingga studi kelayakan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) bekerja sama dengan Bank Lampung.

Baca Juga :  Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina

Melalui deklarasi komitmen dalam HLM TP2DD tersebut, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, dan Bank Lampung sebagai Bank RKUD akan terus memperkuat koordinasi implementasi ETPD.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan digitalisasi daerah sekaligus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna mendorong adopsi transaksi digital yang lebih luas.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan nasional dalam percepatan digitalisasi daerah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem transaksi pemerintah yang lebih efisien, transparan, dan mendukung peningkatan kualitas layanan publik. (Ndr)

Berita Terkait

Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif
LaSEF 2026 Dongkrak Ekonomi Syariah Lampung, Transaksi Tembus Ratusan Juta dan Business Matching Rp230 Miliar
Ketergantungan LPG Impor Membengkak, Pemerintah Didorong Percepat Hilirisasi DME
Bank Indonesia Lampung Gelar LaSEF 2026 Untuk Dukung Sektor Riil dan Kemandirian Umat 
Ketahanan Finansial Keluarga Indonesia di Tengah Gelombang PHK 2026
Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen, Ditopang Pertanian dan Konsumsi Rumah Tangga
Inflasi Lampung April 2026 0,55% mtm, Tetap Terkendali di Bawah Nasional
Penumpang KA Pariaman Ekspres Tembus 140%, KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Pelanggan pada Libur Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:31 WIB

Transaksi Daerah, BI dan Pemda Susun Roadmap ETPD 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:27 WIB

Friday Sundown di Radisson Lampung Kedaton, Spot Santai Lepas Penat dengan Live DJ dan Menu Eksklusif

Senin, 11 Mei 2026 - 07:33 WIB

LaSEF 2026 Dongkrak Ekonomi Syariah Lampung, Transaksi Tembus Ratusan Juta dan Business Matching Rp230 Miliar

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:31 WIB

Ketergantungan LPG Impor Membengkak, Pemerintah Didorong Percepat Hilirisasi DME

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:02 WIB

Bank Indonesia Lampung Gelar LaSEF 2026 Untuk Dukung Sektor Riil dan Kemandirian Umat 

Berita Terbaru

DPRD Lampung Selatan

Klarifikasi Setwan Lampung Selatan Soal Anggaran Laundry Rp6,5 Juta per Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:18 WIB