PROYEKSI.ID, BANDAR LAMPUNG – Komisi IV DPRD Bandar Lampung mendesak Dinas Pendidikan mempercepat pencairan Bantuan Operasional Sekolah Daerah dan mengatasi ketimpangan daya tampung SMP negeri menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru 2026.
Desakan itu mengemuka dalam hearing Komisi IV dengan Dinas Pendidikan di Gedung DPRD Bandar Lampung, Senin (18/5/2026). SPMB tingkat SMP dijadwalkan mulai pertengahan Juni.
Ketua Komisi IV Asroni Paslah menyebut banyak warga mengeluh karena daya tampung SMP negeri tidak merata. Sekolah favorit di wilayah padat penduduk seperti SMPN 14 Kedawung dan SMPN 29 Tanjung Senang penuh, sementara sekolah lain kekurangan siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Warga di Kedawung daftar ke SMPN 14 tidak diterima. Akhirnya diarahkan ke sekolah yang jaraknya jauh,” kata Asroni.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Tanjung Senang dan Way Halim. Asroni menilai ketimpangan ini membuat akses pendidikan tidak merata dan perlu pemerataan fasilitas di seluruh sekolah negeri.
Komisi IV juga menyoroti BOSDA yang sudah dianggarkan tetapi belum disalurkan ke sekolah. Saat ini sekolah hanya mengandalkan dana BOS pusat untuk operasional.
“Bosda sudah kami anggarkan, tapi sampai sekarang belum terdistribusi. Dinas harus segera mempercepat prosesnya agar kegiatan belajar tidak terganggu,” ujarnya.
Dinas Pendidikan mencatat tahun ini ada 14.568 lulusan SD yang akan masuk SMP, dan 14.907 lulusan SMP yang akan lanjut ke SMA.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Bandar Lampung Nur Ramdhan memastikan proses SPMB akan diawasi publik agar berjalan transparan. Ia menambahkan kuota penerimaan kini ditetapkan langsung Kemendikdasmen sehingga sekolah tidak bisa menambah kuota di luar ketentuan. (Wb/Hend)










