PROYEKSI.ID, LAMPUNG TENGAH — PT PLN (Persero) mendukung pengembangan pertanian modern melalui penyediaan pasokan listrik andal pada program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.
Program yang digagas Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Lampung tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan pemerintah.
Tanam perdana PM-AAS dilakukan dengan penerapan teknologi pertanian modern yang mengadopsi sistem pertanian dari Arkansas, Amerika Serikat. Metode yang digunakan meliputi tanam benih langsung (Tabela), pola tanam rapat, peningkatan populasi tanaman, hingga pemanfaatan mekanisasi pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahap awal, program ini ditargetkan mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare di lahan seluas 100 hektare.
Plt Kepala BBPMP Lampung, Endro Gunawan mengatakan keberhasilan program pertanian modern membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk pasokan listrik yang stabil untuk mendukung sistem irigasi dan pompanisasi.
“Kami berharap dukungan berbagai pihak, termasuk PLN, dalam penyediaan listrik yang andal guna menjaga ketersediaan air irigasi secara kontinu sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” kata Endro dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, program PM-AAS juga ditargetkan mampu meningkatkan Indeks Kali Tanam (IKT) petani dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian menegaskan PLN berkomitmen mendukung kebutuhan kelistrikan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pertanian modern, terutama untuk mendukung pengelolaan air dan penggunaan alat pertanian berbasis teknologi.
“Dengan listrik yang andal, petani dapat mengelola air secara lebih optimal dan meningkatkan intensitas tanam. Dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujar Anas.
Pemanfaatan listrik di sektor pertanian dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan tanam perdana tersebut turut dihadiri Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, perangkat daerah Kabupaten Lampung Tengah, BBWS Mesuji-Sekampung, PT Pupuk Indonesia Wilayah Lampung, Forkopimcam Seputih Raman, serta kelompok tani setempat.
PLN berharap kolaborasi lintas sektor dalam program tersebut dapat memperluas pemanfaatan listrik di sektor pertanian dan menjadi fondasi pengembangan pertanian modern berkelanjutan di Lampung.
“Petani jaga pangan, PLN jaga terang, untuk masa depan,” tutup Anas.










